Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terduga Pelaku Pembacokan di Sengonwetan Grobogan Masih Diobservasi, RSUD Purwodadi Tunggu Hasil Visum Psikiatri

Intan Maylani • Rabu, 1 April 2026 | 14:01 WIB
Kasi Pelayanan Medik Rawat Inap dan Sarpras Medik RSUD dr Soedjati Purwodadi, dr. Eros Budi Setiawan. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)
Kasi Pelayanan Medik Rawat Inap dan Sarpras Medik RSUD dr Soedjati Purwodadi, dr. Eros Budi Setiawan. (INTAN MAYLANI/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Peristiwa pembacokan yang diduga dilakukan oleh seorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pada Minggu (29/3) menggegerkan warga Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.

Insiden tersebut mengakibatkan enam orang menjadi korban, dengan satu korban dilaporkan meninggal dunia.

Kasi Pelayanan Medik Rawat Inap dan Sarpras Medik RSUD dr Soedjati Purwodadi, dr. Eros Budi Setiawan, menyampaikan bahwa hingga saat ini status pelaku masih sebatas dugaan dan belum bisa dipastikan secara medis sebagai ODGJ.

“Untuk yang diduga ODGJ itu masih diduga, karena pasien saat ini masih menjalani proses observasi oleh dokter spesialis kedokteran jiwa.

Nanti hasilnya berupa visum psikiatri, dan biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 hari,” jelas dr. Eros.

Ia menuturkan, terduga pelaku saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Soedjati Purwodadi dan ditempatkan di bangsal Rosela guna mendapatkan penanganan lanjutan dari tim medis, termasuk observasi intensif dari dokter spesialis kejiwaan.

“Terduga pelaku masih menjalani perawatan ditempatkan di bangsal Rosela untuk mendapatkan penanganan lanjutan dari tim medis, termasuk observasi oleh dokter spesialis kejiwaan. Namun menunggu hasil visum psikiatrik,” ungkapnya.

Sementara itu, dari total korban yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan, satu korban berinisial A, 80, dinyatakan meninggal dunia pada Senin (30/3).

Adapun kondisi lima korban lainnya dilaporkan berangsur membaik. Dua korban sempat menjalani perawatan intensif termasuk tindakan operasi, namun kini telah diperbolehkan pulang.

Tiga korban lainnya juga telah dipulangkan setelah kondisi medis dinyatakan stabil.

“Jadi total lima korban Alhamdulillah sudah pulang hari ini, Rabu (1/4),” ujarnya.

Terkait pembiayaan, pihak RSUD dr Soedjati Purwodadi memastikan seluruh biaya perawatan korban telah ditanggung melalui bantuan sosial dan seluruh proses administrasi sudah diselesaikan.

“Untuk pembiayaan, infonya dari bansos dan sudah clear semua,” pungkas dr. Eros.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman kasus, termasuk memastikan kondisi kejiwaan terduga pelaku melalui pemeriksaan medis lanjutan sebagai bagian dari proses hukum yang berjalan. (int)

Editor : Admin
#grobogan #ODGJ #pembacokan