GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten, Selasa (31/3). Forum strategis tahunan ini menjadi titik awal penyusunan arah pembangunan daerah, sekaligus ruang menyatukan gagasan lintas sektor demi mewujudkan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Bupati Grobogan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam mendorong capaian pembangunan daerah selama ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang ada dan mohon kerja sama seluruh pihak, untuk membangun Grobogan, dimulai dari perencanaan,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai indikator makro menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi terus meningkat, angka kemiskinan mengalami penurunan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik, inflasi terkendali, serta tingkat pengangguran berkurang. Tak hanya itu, pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan.
Capaian tersebut, lanjutnya, turut didukung oleh membaiknya kualitas infrastruktur, khususnya kondisi jalan mantap, tata kelola pemerintahan yang semakin baik, serta terjaganya kondusivitas wilayah. “Hal baik ini harus kita lanjutkan bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati tidak menutup mata terhadap sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus ditangani. Di antaranya peningkatan kualitas jalan, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, mitigasi bencana, penataan kota, hingga pengelolaan sampah.
Di sisi lain, tantangan ke depan dinilai semakin kompleks. Tahun 2027 diproyeksikan menjadi periode yang penuh ketidakpastian, terutama akibat dinamika geopolitik global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut berpotensi memicu krisis energi dan berdampak pada perekonomian nasional hingga daerah.
“Kondisi keuangan daerah di tahun 2027 menjadi sulit diprediksi, apalagi kita masih bergantung pada dana transfer pusat. Penurunan yang terjadi di 2026 bisa saja berlanjut, bahkan lebih buruk,” ungkapnya.
Situasi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif, inovatif, dan efisien dalam mengelola anggaran. Terlebih, pada saat yang sama daerah juga harus menyiapkan dana cadangan pemilu, cicilan pinjaman daerah, serta bunga pinjaman yang digunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, implementasi Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang mulai berlaku pada 2027 juga menjadi perhatian. Dalam regulasi tersebut, belanja pegawai dibatasi maksimal 30 persen dari total belanja APBD.
“Dengan semangat melayani masyarakat, ‘Mbangun Deso Noto Kutho’, mari kita tangani permasalahan pembangunan yang ada. Insya Allah dengan sinergi dan kolaborasi bersama, kita pasti bisa,” tandasnya.
Dalam forum tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Adapun tema pembangunan yang diusung adalah “Penguatan Perekonomian Daerah yang Inklusif, SDM Berkualitas dan Pelayanan Publik yang Modern” sebagai bagian dari visi menuju Grobogan maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Ia meminta seluruh peserta Musrenbang untuk aktif memberikan masukan demi penyempurnaan dokumen RKPD. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain sinkronisasi program dengan pemerintah pusat dan provinsi, perencanaan yang fokus dan realistis, serta penajaman prioritas program di tengah keterbatasan anggaran.
“OPD harus lebih cermat dan selektif. Tidak semua program bisa didanai, sehingga perlu skala prioritas yang jelas,” imbuhnya.
Selain itu, pembelajaran dari berbagai kejadian bencana juga menjadi perhatian, sehingga diperlukan langkah komprehensif dalam penanggulangan bencana dan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan. Seluruh perangkat daerah pun diminta bekerja lebih keras, kreatif, dan inovatif untuk mencapai target indikator kinerja utama daerah.
Menutup sambutannya, Bupati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun Grobogan. Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik dan saran yang konstruktif.
“Dengan kerendahan hati dan tangan terbuka, kami siap menerima masukan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Grobogan,” pungkasnya.(mun)
Editor : Admin