GROBOGAN – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan dalam beberapa hari terakhir memicu peningkatan debit air sungai secara drastis.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah tanggul mengalami kerusakan hingga jebol, salah satunya terjadi di Dusun Karangsari, Desa Karangsari, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan.
Mengetahui tanggul sungai jebol dan berpotensi menimbulkan dampak lebih luas, Babinsa Koramil 13/Brati, Sertu Hanafi, langsung bergerak cepat.
Ia segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Karangsari serta mengajak warga setempat untuk bergotong royong melakukan penanganan darurat, Minggu (29/03/2026).
Sertu Hanafi menyampaikan, langkah cepat harus dilakukan agar kerusakan tidak meluas dan air sungai tidak meluber ke area yang lebih berbahaya.
“Kalau tidak segera ditangani, seluruh area persawahan bisa terendam dan air juga berpotensi masuk ke pemukiman warga. Segera kita tutup agar tidak memperparah keadaan,” ujarnya.
Dalam kerja bakti tersebut, Babinsa bersama warga dan perangkat desa bahu membahu memperbaiki tanggul dengan metode darurat menggunakan karung berisi tanah.
Karung-karung tersebut ditata rapi mengikuti titik kerusakan dengan lebar kurang lebih dua meter, sebagai upaya memperkuat struktur tanggul sementara.
Penanganan cepat ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kerusakan tanggul tidak semakin parah, sekaligus menahan derasnya aliran air yang berpotensi menggerus tanggul lebih luas.
“Perbaikan tanggul menggunakan karung yang diisi tanah ini merupakan metode cepat dan efektif untuk menstabilkan tanggul yang jebol atau bocor, guna mengurangi aliran air dan mencegah erosi lanjutan,” pungkas Sertu Hanafi.
Aksi cepat tanggap Babinsa tersebut mendapat dukungan penuh dari warga dan pemerintah desa. Gotong royong yang dilakukan menjadi bentuk sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana akibat cuaca ekstrem, sekaligus menjaga keselamatan lahan pertanian dan pemukiman warga sekitar. (int)
Editor : Intan Maylani