Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bantaran Sungai Glugu di Toroh Grobogan Longsor, Rumah Warga Dibongkar

Intan Maylani Sabrina • 2026-03-27 08:25:57
LONGSOR: Warga saat melakukan pembongkaran rumah terdampak longsor di Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)
LONGSOR: Warga saat melakukan pembongkaran rumah terdampak longsor di Desa Bandungharjo Kecamatan Toroh. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Longsor yang terjadi di bantaran Sungai Glugu, Dusun Harjowinangun Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, mengancam tiga rumah warga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan itu selama berjam-jam.

Longsor terjadi ketika tanah di tepi sungai tak mampu menahan derasnya aliran air akibat intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, bantaran sungai ambrol dan memicu retakan yang merembet hingga ke permukiman warga.

Dampak kejadian tersebut cukup serius. Sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan terdampak dan kini terancam ambruk. Tiga kepala keluarga yang rumahnya terdampak yakni Suladi, Agus Sapardi, dan Pariyem.

Kepala Desa Bandungharjo, Suwadi, membenarkan adanya kejadian tanah retak tersebut. Ia mengatakan laporan masuk pada Kamis (26/3/2026) dini hari setelah warga melihat kondisi rumah mulai miring.

“Tanah retak terjadi setelah hujan deras. Akibatnya beberapa rumah warga mengalami kerusakan, bahkan ada yang kondisi bangunannya sudah ndoyong (miring),” ujar Suwadi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, rumah milik Suladi mengalami dampak paling parah karena berada paling dekat dengan titik ambrolnya bantaran sungai. Kondisi rumah tersebut dinilai sudah tidak aman sehingga terpaksa dibongkar.

“Untuk rumah Pak Suladi sudah dilakukan pembongkaran karena dikhawatirkan roboh. Penghuninya juga sudah tidak berani menempati rumah kembali,” jelasnya.

Pembongkaran dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar. Selain membongkar bagian rumah yang rawan ambruk, warga juga membantu memindahkan barang-barang dan perabotan milik korban agar tidak tertimbun jika longsor kembali terjadi.

Sementara itu, dua rumah lainnya milik Agus Sapardi dan Pariyem dilaporkan mengalami retakan di beberapa bagian bangunan. Meski belum dibongkar, kondisi tanah di sekitar rumah masih labil sehingga berpotensi membahayakan.

Warga setempat menyebut longsor terjadi secara bertahap. Retakan tanah mulai terlihat saat hujan semakin deras, lalu bantaran sungai ambrol dan menyebabkan bagian belakang rumah warga turun.

“Awalnya tanah retak sedikit, lama-lama melebar. Karena hujan deras terus, akhirnya pinggir sungai ambrol,” ungkap salah satu warga di lokasi.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar karena kerusakan bangunan dan pembongkaran rumah yang terpaksa dilakukan demi keselamatan.

Hingga kini, pihak desa bersama warga masih melakukan pemantauan kondisi bantaran Sungai Glugu. Warga juga diminta tetap siaga karena potensi longsor susulan masih terbuka apabila hujan deras kembali mengguyur.

Pemerintah desa telah meneruskan laporan kejadian tersebut kepada pihak terkait, termasuk BPBD Kabupaten Grobogan, guna penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini agar bisa segera ditindaklanjuti. Harapannya ada langkah penanganan supaya tidak terjadi longsor susulan yang lebih besar,” pungkas Suwadi.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat hujan deras turun, serta segera melapor jika muncul retakan baru atau tanda-tanda pergerakan tanah. (int)

Editor : Intan Maylani Sabrina
#grobogan #longsor