Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pamit Servis Mobil, Pria di Grobogan Ditemukan Meninggal di Kolong Pondasi Bangunan

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07 WIB
DIEVAKUASI: PMI Grobogan dan Polsek Brati saat mengevakuasi korban. (Polsek Brati untuk Radar Kudus)
DIEVAKUASI: PMI Grobogan dan Polsek Brati saat mengevakuasi korban. (Polsek Brati untuk Radar Kudus)

GROBOGAN – Seorang pria bernama Sunarmin, 60, warga Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, ditemukan meninggal dunia di kolong bangunan pondasi di Desa Temon, Kecamatan Brati, Kamis (19/3/2026) pagi.

Korban sebelumnya sempat pamit kepada keluarga untuk mengganti oli dan ban mobil Mitsubishi L-300 miliknya pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun hingga malam hari, korban tak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi karena tidak membawa ponsel.

Keesokan paginya, pihak keluarga melakukan pencarian. Mereka menemukan mobil korban terparkir di tepi jalan di wilayah Desa Temon.

Setelah menyisir area sekitar, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tengkurap di dasar pondasi bangunan, berjarak sekitar 30 meter dari kendaraannya.

Plt Kapolsek Brati, AKP Abdul Kadir, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di lokasi. Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan bersama tim Inafis Polres Grobogan,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang berharga milik korban seperti dompet, uang, dan kunci mobil juga masih utuh.

“Tidak ada indikasi tindak pidana. Dugaan sementara korban meninggal karena faktor kesehatan, mengingat yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit diabetes dan jantung,” jelas Kapolsek.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat setempat.

Polisi mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki riwayat penyakit serius, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama tanpa pendamping. (int)

Editor : Intan Maylani
#grobogan #penemuan jenazah