Sempat Hilang Sehari, Petani di Tawangharjo Grobogan Ditemukan Meninggal di Hutan

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Rabu, 18 Maret 2026 | 12:32 WIB
TKP: Kondisi ditemukannya nenek di Desa Godan Kecamatan Tawangharjo. (PMI Grobogan untuk Radar Kudus)
TKP: Kondisi ditemukannya nenek di Desa Godan Kecamatan Tawangharjo. (PMI Grobogan untuk Radar Kudus)

 GROBOGAN – Warga Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan digegerkan dengan penemuan seorang nenek yang sebelumnya dilaporkan hilang. Ia ditemukan meninggal dunia di area ladang hutan, Rabu (18/3/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Sademi (58), seorang petani warga Dusun Karanggetas di desa setempat.

Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di kawasan sanggeman atau ladang hutan sekitar pukul 09.00 WIB oleh tim gabungan bersama BPBD Grobogan.

Peristiwa ini bermula saat korban berpamitan pergi ke ladang pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga siang hari, korban tak kunjung pulang ke rumah. Suami korban yang khawatir kemudian berinisiatif melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil.

Menjelang sore hingga malam hari, warga setempat turut membantu melakukan pencarian secara bersama-sama, tetapi korban masih belum ditemukan.

Pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya oleh warga bersama tim BPBD Grobogan. Hingga akhirnya, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon.

Petugas dari Inafis Polres Grobogan bersama tim medis Puskesmas Tawangharjo langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian sebelum proses evakuasi dilakukan. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak berwenang menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Danramil 08/Tawangharjo, Lettu Arh Haryono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut proses pencarian hingga evakuasi berjalan dengan aman dan lancar berkat kerja sama warga dan tim gabungan.

Pihaknya turut mengimbau, adanya peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama jika ada warga yang mengalami perubahan perilaku atau masalah pribadi. (int)

Editor : Intan Maylani
grobogan lansia hutan