Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sampah Bakal Disulap Jadi Tenaga Listrik, Investor China Jajaki Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Senin, 16 Maret 2026 | 20:56 WIB
SURVEI: PT L-Energy Green Solutions saat jajaki TPA Ngembak Kecamatan Purwodadi. (DLH Grobogan untuk Radar Kudus)
SURVEI: PT L-Energy Green Solutions saat jajaki TPA Ngembak Kecamatan Purwodadi. (DLH Grobogan untuk Radar Kudus)

GROBOGAN– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menerima kunjungan investor dari Tiongkok yang melakukan penjajakan investasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik. 

Investor tersebut berasal dari Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) yang datang melalui mitra lokal PT L-Energy Green Solutions.

Rombongan investor melakukan survei awal di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Ngembak belum lama ini untuk melihat langsung potensi pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Grobogan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Heru Dwi Cahyono, mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah awal penjajakan investasi sekaligus pengumpulan data lapangan sebelum masuk tahap kajian lebih lanjut.

“Pertemuan itu membahas rencana pembangunan fasilitas PSEL yang akan mengolah sampah menjadi energi listrik sebagai solusi pengelolaan sampah di daerah,” ujar Heru.

Ia menjelaskan, rencananya proyek tersebut tidak hanya melibatkan Kabupaten Grobogan, tetapi dirancang dalam skala regional bersama Kabupaten Pati dan Kudus.

Hal itu karena investor mensyaratkan ketersediaan bahan baku sampah dalam jumlah besar.

“Mereka mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari. Karena itu dibuat skala regional, yakni Pati Raya yang melibatkan Grobogan, Pati, dan Kudus,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim investor juga melakukan peninjauan langsung untuk melihat kesiapan daerah, mulai dari lokasi hingga potensi timbulan sampah.

“Mereka survei lokasi sekaligus melihat kesiapan sampah, potensi timbulan sampah di daerah ini berapa,” katanya.

Nantinya, Pemkab Grobogan juga masih akan mencari lahan yang memenuhi syarat untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Syarat lahan yang dibutuhkan minimal sekitar tujuh hektare dan lokasinya diharapkan dekat dengan sungai besar,” ungkap Heru.

Salah satu kawasan yang mulai dilirik adalah wilayah utara Kabupaten Grobogan yakni Desa Sumber Jatipohon. Lokasi tersebut dinilai cukup strategis karena berada di posisi yang relatif dekat dengan Kabupaten Pati maupun Kudus.

“Tempat yang diincar seperti Sumber Jatipohon, karena lokasinya dekat dengan Pati dan Kudus,” imbuhnya.

Jika lahan yang sesuai telah ditemukan, tahapan selanjutnya adalah penyusunan kajian teknis dan studi kelayakan proyek oleh pihak investor.

Di Kabupaten Grobogan sendiri, timbulan sampah diperkirakan mencapai sekitar 750 ton per hari secara akumulatif. 

Namun sebagian sampah tersebut sudah diolah sehingga tidak seluruhnya masuk ke TPA.

“Selama ini sampah yang masuk ke TPA sekitar 90 sampai 100 ton per hari. Sebenarnya bisa dimaksimalkan, asalkan kendaraan operasionalnya memadai,” jelasnya.

Rencana pembangunan PSEL ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di wilayah Pati Raya. 

Selain mampu mengurangi penumpukan sampah, teknologi tersebut juga berpotensi menghasilkan energi listrik dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. (int)

Editor : Admin
#investor #grobogan #tiongkok