GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali mengusulkan program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk tahun 2026. Usulan tersebut menyasar sembilan kecamatan dengan total 18 desa, yang akan difokuskan pada pembangunan jalan penghubung antar desa.
Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Grobogan, Darlan, mengatakan usulan tersebut berasal dari aspirasi anggota DPR RI Komisi V.
Saat ini prosesnya masih dalam tahap penentuan lokasi (lokus) penerima program.
“Baru usulan, saat ini masih tahap menentukan lokus. Ini masih di internal aspirator dan kami juga menunggu surat dari Kementerian PU,” jelasnya.
Dalam usulan tersebut, setiap kecamatan akan diwakili oleh dua desa yang akan mendapatkan pembangunan infrastruktur. Dengan demikian total terdapat 18 desa yang direncanakan menerima program tersebut.
Sembilan kecamatan yang masuk dalam usulan yakni Kradenan, Gabus, Godong, Wirosari, Geyer, Gubug, Purwodadi, Grobogan dan Klambu. Bahkan, berpotensi bertambah lagi.
Setiap desa diperkirakan memperoleh anggaran sekitar Rp 500 juta, yang umumnya digunakan untuk pembangunan jalan penghubung antar desa dengan status jalan desa.
“Biasanya yang dibangun jalan penghubung antar desa. Karena akses itu penting untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Darlan.
Ia menambahkan, kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan masih cukup besar. Karena itu, program PISEW dinilai sangat membantu dalam meningkatkan konektivitas wilayah.
Sebelumnya, program serupa juga telah dilaksanakan di Grobogan pada 2025 dengan total anggaran sekitar Rp 4 miliar.
Saat itu pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama di empat kecamatan dan tahap kedua di empat kecamatan lainnya.
Program PISEW sendiri merupakan kegiatan pembangunan infrastruktur berbasis pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipasi masyarakat, terutama untuk mendukung pengembangan sektor agropolitan.
Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Harapannya tentu dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung swasembada pangan,” pungkasnya. (int)
Editor : Admin