GROBOGAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, memicu terjadinya tanah longsor di Desa Ketro, Senin (9/3/2026).
Sedikitnya tiga titik longsoran dilaporkan terjadi dan mengancam rumah warga hingga akses jalan menuju lahan pertanian.
Berdasarkan hasil asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat debit aliran air sungai meningkat.
Arus air yang deras menggerus tanah di sekitar tebing hingga akhirnya runtuh dan menimbulkan longsoran di beberapa lokasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian bersama tim asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan serta potensi bahaya lanjutan yang mungkin terjadi.
“Longsor dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga aliran air di sungai menjadi deras dan menggerus tanah di sekitar tebing. Saat ini kami masih terus melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk langkah penanganan selanjutnya,” ujar Wahyu.
Dari hasil pendataan di lapangan, terdapat tiga titik longsor dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.
Longsor pertama terjadi di Dusun Karangrejo RT 04 RW 04. Di lokasi ini, tebing mengalami longsor dengan panjang sekitar 32 meter, tinggi 5 meter dan lebar sekitar 5 meter.
Material tanah yang ambles bahkan berdampak langsung pada rumah milik dua warga, yakni Kasmin dan Karno.
Titik longsor kedua berada di Dusun Ketro Barat RT 04 RW 01. Longsoran di lokasi ini memiliki panjang sekitar 22 meter dengan tinggi sekitar 3 meter.
"Meski tidak mengenai rumah warga, longsor tersebut mengancam akses jalan yang biasa digunakan masyarakat untuk menuju lahan pertanian," keluhnya
Sementara itu, longsor dengan skala paling besar terjadi di Dusun Ketro Timur RT 09 RW 01. Tebing di lokasi tersebut ambrol dengan panjang sekitar 25 meter, tinggi mencapai 15 meter, dan lebar sekitar 25 meter.
Kondisi ini dinilai cukup berbahaya karena berpotensi mengancam permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi tebing.
BPBD Grobogan pun merekomendasikan sejumlah langkah cepat untuk mencegah longsor meluas, terutama jika hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan.
Langkah darurat yang disarankan antara lain penanganan sementara di titik longsor guna menahan erosi lebih lanjut, pemasangan rambu peringatan di sekitar lokasi rawan, serta peningkatan koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Selain itu, BPBD juga menyiapkan rencana mitigasi jangka panjang untuk meminimalkan risiko bencana serupa.
Upaya tersebut meliputi penguatan tebing menggunakan bronjong serta penanaman vegetasi di sekitar area rawan longsor guna memperkuat struktur tanah.
“Penanganan darurat perlu segera dilakukan agar longsor tidak semakin melebar. Untuk jangka panjang, perlu dilakukan penguatan tebing agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” jelas Wahyu.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Kecamatan Karangrayung dan sekitarnya. (int)
Editor : Mahendra Aditya