Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bangun Budaya Literasi, Ratusan Siswa MA Sunniyyah Selo Grobogan Serentak Membaca Koran

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:12 WIB

LITERASI: Ratusan siswa MA Sunniyyah Selo, Tawangharjo, Grobogan membaca koran Jawa Pos Radar Kudus di lapangan madrasah dalam kegiatan Gerakan Literasi Madrasah.
LITERASI: Ratusan siswa MA Sunniyyah Selo, Tawangharjo, Grobogan membaca koran Jawa Pos Radar Kudus di lapangan madrasah dalam kegiatan Gerakan Literasi Madrasah.

GROBOGAN – Ratusan siswa Madrasah Aliyah (MA) Sunniyyah Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan mengikuti Gerakan Literasi Madrasah dengan membaca bersama koran Jawa Pos Radar Kudus di lapangan madrasah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Kegiatan literasi tersebut dilaksanakan secara rutin sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

Para siswa duduk rapi di lapangan madrasah sambil membaca koran yang dibagikan oleh pihak sekolah.

Suasana pagi di lingkungan madrasah tampak berbeda. Ratusan siswa dengan seragam madrasah terlihat serius membaca berbagai berita dan informasi yang tersaji di koran.

Kepala MA Sunniyyah Selo, Choerur Rosad, mengatakan program Gerakan Literasi Madrasah merupakan kegiatan rutin yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa.

KEREN: Ratusan siswa MA Sunniyyah Selo serempak membaca koran Jawa Pos Radar Kudus.
KEREN: Ratusan siswa MA Sunniyyah Selo serempak membaca koran Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, membaca koran menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat baca sekaligus menambah wawasan siswa terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar dari buku pelajaran di kelas, tetapi juga memperoleh informasi dari berita yang mereka baca di koran,” ujarnya.

Choerur Rosad menambahkan, meski saat ini era digitalisasi semakin berkembang dan informasi mudah diakses melalui gawai, pihak madrasah tetap mendorong siswa untuk membaca media cetak.

Menurutnya, membaca koran memiliki kelebihan tersendiri karena siswa dapat membaca berita secara runtut, memahami informasi dengan lebih fokus, serta melatih kebiasaan membaca secara mendalam.

“Walaupun sekarang era digitalisasi, kami tidak meninggalkan koran sebagai media literasi. Justru melalui koran siswa dapat membaca berita secara lebih lengkap dan terarah,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya membaca sekaligus membentuk karakter positif, seperti rasa ingin tahu, disiplin, dan kebiasaan belajar yang baik.

Program Gerakan Literasi Madrasah ini diikuti ratusan siswa dengan penuh antusias.

Mereka membaca berbagai rubrik berita, mulai dari pendidikan, daerah hingga informasi umum sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga budaya literasi semakin kuat dan menjadi kebiasaan positif bagi seluruh siswa. (int)

Editor : Ali Mustofa
#literasi #koran #grobogan #madrasah #siswa