GROBOGAN – Kebakaran melanda sebuah warung kelontong yang juga menyatu dengan rumah milik Yatin, warga di Jalan Soponyono 7 No. 5 RT 05 RW 17, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Kamis (5/3) dini hari.
Api diduga berasal dari korsleting listrik dan menyebabkan kerugian sekitar Rp100 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.28 WIB. Saat itu pemilik bangunan, Yatin, 58, sedang berada di dalam rumahnya.
Baca Juga: Ditinggal Tarawih Rumah Warga Ngaringan Ludes Terbakar
Ia tiba-tiba mendengar suara letupan kecil dari arah luar rumah.
”Korban mendengar suara seperti pletak-pletok dari luar. Setelah dicek, ternyata warung kelontong yang berada di bagian depan rumah sudah terbakar,” ujar Kepala Satpol PP Grobogan, Teguh Prijadi.
Melihat api mulai membesar, Yatin langsung meminta bantuan warga sekitar.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sementara itu, salah satu tetangga korban, Ade, segera menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Induk Purwodadi untuk meminta bantuan.
Petugas Damkar langsung bergerak cepat. Regu pemadam yang dipimpin Heri Agus S bersama anggota meluncur dari pos induk pada pukul 01.29 WIB dan tiba di lokasi kejadian tiga menit kemudian, tepatnya pukul 01.32 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api merambat ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitarnya.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Grobogan Curhat ke Damkar Digaji Rp 300 Ribu, Ini Tanggapan BKPSDM
Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pendinginan serta pengecekan titik api untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
“Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, dan pengecekan hingga benar-benar dipastikan aman. Situasi dapat dikendalikan sekitar pukul 02.20 WIB,” jelas Teguh.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Sebagian besar rumah berikut isinya juga berhasil diselamatkan sehingga api tidak meluas.
Meski demikian, warung kelontong milik korban beserta sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai kurang lebih Rp100 juta.
Setelah memastikan kondisi benar-benar aman, petugas Damkar kembali ke markas pada pukul 02.25 WIB.
Pihak Satpol PP mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak standar.
“Warga kami minta rutin mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah kejadian serupa,” tandas Teguh. (mun)
Editor : Ali Mustofa