Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ditinggal Tarawih Rumah Warga Ngaringan Ludes Terbakar

Sirojul Munir • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:19 WIB

Petugas pemadam kebakaran sedang menyemprot air di rumah warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Rabu (4/3)
Petugas pemadam kebakaran sedang menyemprot air di rumah warga Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Rabu (4/3)

GROBOGAN – Musibah kebakaran menimpa rumah milik pasangan suami istri lanjut usia di Dusun Sendang Suro, RT 03 RW 08, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Rabu (4/3) malam.

Rumah milik Munawar, 65, dan istrinya Siti Maemonah, 60, hangus dilalap si jago merah saat ditinggal salat tarawih.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.52 WIB. Diduga kebakaran dipicu lilin yang dinyalakan saat terjadi pemadaman listrik di rumah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum berangkat ke masjid untuk salat tarawih, Munawar menyalakan lilin dan meletakkannya di atas meja sebagai penerangan.

Namun, lilin tersebut ditinggal dalam keadaan menyala ketika rumah dalam kondisi kosong.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Junaidi, 50, yang masih kerabat korban. Saat itu ia baru saja selesai melaksanakan salat tarawih.

Ketika melintas di sekitar rumah korban, ia melihat api sudah membesar dan melahap bagian rumah.

Melihat kejadian tersebut, Junaidi langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Teriakan itu membuat warga berdatangan ke lokasi untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Saksi lainnya, Rika, yang mendengar teriakan warga, segera menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Wirosari agar segera mengirimkan bantuan ke lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Wirosari langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara pada pukul 19.52 WIB.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 20.12 WIB dipimpin Komandan Regu Edi Susanto bersama enam personel lainnya.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan untuk memadamkan kobaran api yang telah melahap sebagian besar bangunan rumah.

Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup lama. Sekitar pukul 21.40 WIB, petugas memastikan api telah benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman. Tim pemadam kemudian kembali ke kantor pada pukul 22.05 WIB.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Namun, satu unit rumah milik korban mengalami kerusakan cukup parah dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 50 juta.

Meski demikian, sejumlah barang berharga masih sempat diselamatkan, termasuk uang tunai milik korban sekitar Rp 10 juta.

Petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut antara lain Komandan Regu Edi Susanto, Aris Supriyadi, Rhosid, Sutrisno, Ahmad Khaerur Rifa’i, Hanang P, dan Harmawan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan lilin atau sumber api terbuka, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Apalagi pada saat terjadi pemadaman listrik, penggunaan lilin kerap menjadi pilihan penerangan sementara yang berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diawasi dengan baik.(mun)

Editor : Ali Mustofa
#rumah terbakar #Damkar Grobogan #ditinggal tarawih