Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

DLH Grobogan Kekurangan Kontainer, 11 Unit Rusak Belum Terganti

Sirojul Munir • Minggu, 1 Maret 2026 | 17:44 WIB

PROSES PERBAIKAN – Kontainer sampah rusak sedang dalam proses perbaikan di gudang DLH Grobogan.
PROSES PERBAIKAN – Kontainer sampah rusak sedang dalam proses perbaikan di gudang DLH Grobogan.

GROBOGAN – Keterbatasan armada dan kontainer sampah menjadi pekerjaan rumah serius bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan.

Dari total 36 kontainer yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, sebanyak 11 unit dilaporkan dalam kondisi rusak.

Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono mengakui, pihaknya telah mengusulkan penambahan 16 kontainer baru serta satu unit mobil amrol untuk menarik kontainer.

Baca Juga: Enam Gerai Kopdes Merah Putih di Grobogan Disidak Zidam Diponegoro

Usulan itu diajukan guna mengganti kontainer yang rusak sekaligus memperkuat layanan persampahan.

“Kami ingin sebenarnya kontainer yang rusak bisa langsung diperbaiki. Tapi kendalanya kemampuan fiskal APBD Grobogan terbatas. Jadi ada pilihan-pilihan yang tidak mudah,” ujarnya.

Menurut Heru, kondisi kerusakan bervariasi. Mulai dari bak kontainer yang bolong, karat hingga rangka besi yang jebol.

Jika anggaran memungkinkan, seluruh unit rusak tentu akan diperbaiki. Namun karena keterbatasan, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kerusakan paling parah.

“Kalau yang jebol atau karat parah, itu kita tarik dulu untuk diperbaiki. Yang paling mendesak kita dahulukan. Ada juga yang kita ganti bak dan besinya saja,” terangnya.

Baca Juga: KAI Daop 4 Intensifkan Perawatan Jalur di Wilayah Grobogan

Dari total 36 kontainer yang ada, penyebarannya tidak hanya di wilayah Kota Purwodadi, tetapi juga menjangkau kecamatan lain di Kabupaten Grobogan.

Dengan jumlah tersebut, idealnya seluruh kontainer dalam kondisi prima agar ritase pengangkutan sampah berjalan lancar.

Heru menambahkan, kebutuhan satu unit mobil amrol juga cukup mendesak.

Armada tersebut berfungsi untuk menarik dan memindahkan kontainer dari satu titik ke tempat pembuangan akhir.

Tanpa dukungan armada yang memadai, proses pengangkutan menjadi kurang optimal.

“Kami usulkan 16 kontainer baru dan satu mobil amrol. Yang rusak kita ganti baru. Semoga tahun 2027 ada anggaran untuk pengadaan dan pemeliharaan kontainer,” harapnya.

Belum lama ini, DLH juga harus menangani titik pembuangan sampah liar yang volumenya cukup besar.

Area tersebut bahkan sempat dibersihkan menggunakan alat berat.

Setelah dibersihkan, DLH menempatkan dua kontainer di lokasi itu dengan harapan masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kemarin sudah kita bersihkan pakai alat berat. Lalu kita wadahi dengan dua kontainer supaya warga membuang sampah di dalam kontainer, bukan sembarangan,” katanya.

Dua kontainer tersebut terpaksa ditarik dari titik lain yang relatif lebih terkendali.

Kebijakan itu diambil demi mencegah timbunan sampah kembali menggunung.

Namun konsekuensinya, beberapa titik lain harus berbagi fasilitas yang terbatas.

Heru menegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan sarana dan anggaran, layanan persampahan tetap berjalan.

Petugas tetap melakukan pengangkutan rutin agar sampah tidak menumpuk terlalu lama.

“Kondisinya memang terbatas, tapi layanan tetap jalan. Kami berharap ada dukungan anggaran ke depan agar pengelolaan sampah di Grobogan bisa lebih optimal,” tandasnya.(mun)

 

Editor : Mahendra Aditya
#Bupati Grobogan Setyo Hadi #Kontainer sampah DLH #kabupaten grobogan #dlh grobogan