GROBOGAN – Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) kedua di Kabupaten Grobogan kini mengerucut pada dua alternatif lokasi strategis, yakni Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari dan Desa Monggot, Kecamatan Geyer.
Kedua titik tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi luasan lahan, aksesibilitas hingga kedekatan dengan rencana pembangunan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) di wilayah Geyer.
Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto mengatakan, di Desa Tambakselo, lahan yang disiapkan berada di kawasan hutan produksi milik Perhutani KPH Purwodadi.
Total luasan yang masuk dalam kajian mencapai sekitar 52,1 hektare yang terdiri dari beberapa petak lahan dan berbatasan langsung dengan wilayah desa.
Secara geografis, lokasi ini memiliki akses jalan yang cukup memadai serta berada tidak terlalu jauh dari jalur penghubung antarkecamatan.Sementara itu, alternatif kedua berada di Desa Monggot, Kecamatan Geyer.
"Lokasi ini menjadi pertimbangan kuat karena berdekatan dengan titik rencana pembangunan Brigif TP di Geyer. Kedekatan tersebut dinilai akan memudahkan integrasi komando, dukungan logistik, serta efektivitas pembinaan teritorial di wilayah selatan Grobogan," ungkapnya.
Sebelumnya, Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto juga telah melakukan peninjauan awal untuk memastikan kesiapan lahan di Tambakselo.
"Peninjauan ini meliputi pengecekan batas wilayah, kondisi kontur tanah, akses keluar-masuk kendaraan berat, hingga pencocokan peta perencanaan dengan kondisi riil di lapangan," ujarnya.
Tahapan serupa juga akan dilakukan pada lokasi alternatif lainnya sebelum keputusan final ditetapkan.Dari sisi strategis, keberadaan Yonif TP yang berdekatan dengan Brigif TP akan membentuk klaster pertahanan baru di Kabupaten Grobogan.
Konsep Teritorial Pembangunan sendiri tidak hanya menitikberatkan pada fungsi pertahanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.
"Jika terealisasi, pembangunan Yonif TP di salah satu lokasi tersebut tentunya diproyeksikan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar," ungkap Dandim.
Perputaran ekonomi baru diperkirakan tumbuh melalui kebutuhan logistik, jasa, hingga peluang usaha penunjang lainnya.
Saat ini, seluruh hasil kajian teknis dan administratif tengah disiapkan untuk dilaporkan ke komando atas. Keputusan akhir mengenai lokasi pembangunan Yonif TP akan ditentukan setelah melalui tahapan evaluasi menyeluruh, termasuk aspek tata ruang, kehutanan, serta dampak sosial bagi masyarakat setempat. (Int)
Editor : Zainal Abidin RK