GROBOGAN – Pemkab Grobogan mengajukan tambahan pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 201.425 tabung menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Langkah ini dilakukan menyusul munculnya kelangkaan dan lonjakan harga gas melon di sejumlah wilayah di Grobogan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan surat permohonan tambahan fakultatif yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, tambahan tersebut dialokasikan untuk tiga hari kerja fakultatif, yakni pada 19 Maret 2026, 21 Maret 2026, dan 3 April 2026, masing-masing satu hari penyaluran.
Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa agen wajib menyampaikan laporan realisasi penyaluran tambahan fakultatif kepada Disperindag sebagai bagian dari pengawasan distribusi.
Langkah administratif ini ditempuh untuk memastikan tambahan pasokan benar-benar tersalurkan dan tepat sasaran.
Kepala Disperindag Grobogan, Pradana Setyawan, mengatakan pengajuan tambahan dilakukan setelah terjadi peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan momen keagamaan lainnya.
Aktivitas memasak rumah tangga maupun kebutuhan usaha kecil meningkat signifikan sehingga stok di pangkalan cepat habis.
“Permintaan meningkat cukup tinggi saat Ramadan. Di lapangan, beberapa pangkalan sempat kehabisan stok. Sementara di tingkat pengecer ditemukan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung,” ujarnya.
Harga tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kondisi inilah yang memicu keluhan masyarakat karena harus membeli di atas harga normal atau berkeliling mencari stok.
Danis, sapaan akrabnya, menegaskan fenomena ini tidak hanya terjadi di Grobogan.
Sejumlah daerah lain seperti Jepara, Demak, Kudus, dan Blora juga mengalami kondisi serupa akibat lonjakan kebutuhan selama Ramadan.
Sebagai langkah penanganan, Disperindag telah berkoordinasi dengan Pertamina dan para agen LPG.
Pangkalan diminta mengutamakan penjualan langsung kepada masyarakat, bukan ke pengecer, agar distribusi tidak menumpuk di tingkat tertentu.
Selain itu, Disperindag bersama tim terkait melakukan monitoring dan pengawasan intensif terhadap ketersediaan stok serta kepatuhan harga di pangkalan.
Pengawasan difokuskan selama Ramadan hingga hari raya.
Pemerintah daerah berharap tambahan alokasi 201.425 tabung tersebut mampu menstabilkan distribusi, menekan lonjakan harga di lapangan, dan memastikan masyarakat tetap memperoleh LPG 3 kilogram sesuai ketentuan yang berlaku. (int)
Editor : Ali Mustofa