GROBOGAN – Kabupaten Grobogan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 di Gedung Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).
Grobogan menerima Sertifikat Menuju Kota/Kabupaten Bersih sekaligus bantuan tiga unit motor pengangkut sampah.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Heru Dwi Cahyono, mengatakan capaian ini patut disyukuri karena dari seluruh Indonesia hanya 35 kabupaten/kota yang menerima penghargaan serupa.
“Se-Indonesia hanya 35 kabupaten/kota. Dari Jawa Tengah hanya dua, yakni Banyumas dan Grobogan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem penilaian kini dibagi dalam beberapa kategori.
Yakni Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Menuju Kota/Kabupaten Bersih, kabupaten/kota dalam pembinaan, serta kabupaten/kota dalam pengawasan.
Namun tahun ini tidak ada daerah yang meraih Adipura Kencana maupun Adipura karena standar penilaian yang semakin ketat.
Sertifikat yang diterima Grobogan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, disertai bantuan tiga unit motor pengangkut sampah untuk mendukung operasional di lapangan.
Di sisi lain, tantangan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dalam forum tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menyoroti kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di berbagai daerah yang semakin kritis.
Mayoritas TPA di Indonesia diproyeksikan mencapai batas teknis operasional pada 2028.
Berdasarkan standar teknis, masa operasional TPA maksimal 20 tahun, sementara rata-rata usia TPA saat ini telah mencapai 17 tahun.
Artinya, pemerintah daerah memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan pembenahan, terutama melalui pengurangan sampah dari sumbernya.
Kondisi itu juga menjadi perhatian Grobogan yang saat ini hanya memiliki satu TPA aktif.
Tanpa upaya serius dalam pemilahan dan pengurangan sampah, usia pakainya diperkirakan tidak akan bertahan lama.
Heru menegaskan, penghargaan dan bantuan armada tersebut akan dimaksimalkan untuk memperkuat sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan persampahan di Grobogan,” pungkasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa