Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Abdi Nagari Award 2026, Kepala Dinsos Grobogan sebagai Perempuan Tangguh di Garda Terdepan Perlindungan Sosial

Intan Maylani Sabrina • Senin, 23 Februari 2026 | 14:59 WIB

PENGHARGAAN: Kepala Dinsos Grobogan Indri Agus Velawati saat mendapatkan Abdi Nagari Award di Kudus belum lama ini.
PENGHARGAAN: Kepala Dinsos Grobogan Indri Agus Velawati saat mendapatkan Abdi Nagari Award di Kudus belum lama ini.

GROBOGAN — Inovasi bertajuk GERCEP (Gerakan Cepat) Tanggulangi Bencana yang digagas Dinas Sosial Kabupaten Grobogan mengantarkan Kepala Dinas Sosial, Indri Agus Velawati meraih penghargaan bergengsi Abdi Nagari Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan terobosan dalam memperkuat perlindungan sosial korban bencana melalui kolaborasi multipihak dan optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Program Gercep Bencana lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

Kabupaten Grobogan dikenal sebagai wilayah yang hampir setiap tahun menghadapi bencana, terutama banjir saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.

Kondisi ini menuntut kehadiran negara yang cepat, tepat, dan berkelanjutan dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak.

Di bawah kepemimpinan Indri Agus Velawati, Dinas Sosial tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Ia mendorong keterlibatan dunia usaha melalui pemanfaatan dana CSR dalam Program Perlindungan Sosial Korban Bencana. Pendekatan ini memperluas sumber daya, mempercepat respons, sekaligus memperkuat jejaring kerja lintas sektor.

“Inovasi ini menitikberatkan pada kecepatan respons, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta kolaborasi yang solid antar stakeholder,” ujar Indri.

Melalui Gercep Bencana, Dinas Sosial membangun sistem respons terintegrasi yang memanfaatkan saluran informasi cepat seperti layanan telepon bebas pulsa 112 (Grobogan Siaga), WhatsApp, serta koordinasi dengan relawan dan aparat di lapangan. Informasi kebencanaan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih responsif.

Tak hanya itu, jejaring kolaborasi juga diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya BPR BKK Purwodadi, BPD Jateng, Baznas, serta Universitas An Nur Purwodadi.

Sinergi ini memastikan dukungan tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga pendampingan teknis, edukasi, hingga dukungan psikososial bagi korban.

Program ini mencakup sejumlah aksi konkret, mulai dari penyediaan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, pakaian dan perlengkapan medis, pengelolaan dapur umum lapangan yang terorganisir, hingga rekonstruksi infrastruktur dasar pascabencana.

Dinas Sosial juga menghadirkan layanan dukungan psikososial serta pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat terdampak agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Dalam implementasinya, pengorganisasian dapur umum dilakukan secara sistematis dengan pembagian peran jelas, mulai dari koordinator dapur umum, juru masak, distribusi hingga perlengkapan. Model ini terbukti meningkatkan efektivitas pelayanan di masa tanggap darurat.

Keunggulan Gercep Bencana terletak pada pendekatan inovatif yang mengedepankan pemberdayaan sumber daya dan perluasan partisipasi dunia usaha. Jika sebelumnya keterlibatan CSR dalam perlindungan sosial korban bencana masih terbatas, kini semakin banyak perusahaan yang berkontribusi aktif.

Dari sisi nilai tambah, program ini mempercepat penyampaian informasi kebencanaan, memudahkan masyarakat melaporkan kejadian di lingkungannya, serta memperluas jangkauan bantuan.

Evaluasi berkala juga dilakukan untuk memastikan dampak program terus meningkat dan adaptif terhadap dinamika lapangan.

Atas konsistensi dan dampak nyata tersebut, Indri Agus Velawati dinilai berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik yang tidak hanya responsif, tetapi juga partisipatif dan berkelanjutan.

Abdi Nagari Award 2026 menjadi pengakuan atas dedikasinya dalam membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif di Kabupaten Grobogan.

“Bencana memang tidak bisa kita hindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi melalui gerak cepat, kolaborasi, dan kepedulian bersama,” tegasnya. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#Abdi nagari award #grobogan #radarkudus #dinsos grobogan