GROBOGAN – Komitmen penguatan ketahanan pangan nasional kembali menyentuh Kabupaten Grobogan.
Sebanyak 14 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi diterima Pemerintah Kabupaten Grobogan, Rabu (17/2).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan Presiden yang menyasar daerah sentra produksi.
Penyerahan simbolis dilakukan Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, kepada perwakilan kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian Grobogan. Suasana penyerahan berlangsung sederhana namun penuh optimisme.
Deretan traktor dan drone pertanian yang terparkir di halaman kantor menjadi simbol harapan baru bagi para petani.
Sugeng menyebut bantuan alsintan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Grobogan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah.
“Dengan bantuan ini, kami berharap produksi padi semakin meningkat. Petani harus semakin semangat karena pemerintah hadir memberi dukungan nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, alsintan tersebut bukan sekadar bantuan biasa, melainkan “titipan negara” yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara kolektif.
Sugeng mengingatkan agar tidak terjadi pemindahtanganan atau penjualan kepada pihak lain.
“Kalau dirawat dengan baik, usia pakainya panjang dan manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun,” tegasnya.
Sugeng juga memastikan, bagi kelompok tani yang belum tersentuh bantuan, pemkab akan kembali mengusulkan tambahan alsintan ke pemerintah pusat secara bertahap.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pertanian Grobogan, Wachid Mutowwal, memaparkan rincian bantuan yang diterima. Total 14 unit alsintan tersebut terdiri atas tiga unit traktor roda crawler, delapan unit traktor roda empat (warna biru dan oranye), serta tiga unit drone pertanian.
Tiga unit traktor roda crawler disalurkan kepada Gapoktan Sedyo Utomo Desa Bangsri, Kecamatan Geyer. Sementara itu, delapan unit traktor roda empat dibagi ke sejumlah kelompok tani di Kecamatan Toroh, Brati, Klambu, Gabus, dan Purwodadi.
Tiga unit traktor roda empat warna oranye diberikan kepada Poktan Karya Manunggal Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh, Poktan Sari Tani Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati dan Poktan Mekar Sari Desa Karangsari, Kecamatan Brati
Lima unit traktor roda empat warna biru disalurkan kepada Gapoktan Sido Luhur Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Gapoktan Bina Tani Desa Tunggurejo, Kecamatan Gabus, Poktan Seger Makmur Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Poktan Sedyo Makmur Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi dan KTH Wana Karya Abadi Desa Depok, Kecamatan Toroh
Sedangkan tiga unit drone pertanian diberikan kepada Gapoktan Desa Latak, Kecamatan Godong, Gapoktan Sidorejo Desa Kandangreji, Kecamatan Klambu dan Poktan Karya Sejahtera I Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug
Wachid menegaskan, bantuan alsintan ini rutin digelontorkan guna mendongkrak produktivitas komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale) di Grobogan.
“Modernisasi pertanian menjadi kunci agar proses olah tanah, tanam, hingga pemupukan dan pengendalian hama bisa lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Ketua Gapoktan Bina Tani Kecamatan Brati mengaku bantuan traktor roda empat menjadi angin segar bagi petani. Selama ini mereka masih mengandalkan traktor roda dua yang dinilai kurang efektif untuk lahan luas dan kondisi tanah tertentu.
“Sekarang situasinya berbeda. Lahan makin luas, tenaga kerja juga terbatas. Dengan traktor roda empat, pekerjaan jadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.
Masuknya drone pertanian juga dipandang sebagai lompatan teknologi. Penyemprotan pupuk dan pestisida dapat dilakukan lebih merata dan hemat waktu.(mun)
Editor : Mahendra Aditya