Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

963 Warga Terserang Penyakit Pasca Banjir Grobogan, Didominasi Penyakit Ini

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 19 Februari 2026 | 20:40 WIB
MENGECEK: Petugas Puskesmas Godong dan PSC 119 Dinkes Grobogan saat melakukan pengecekan kesehatan di lokasi terdampak banjir.
MENGECEK: Petugas Puskesmas Godong dan PSC 119 Dinkes Grobogan saat melakukan pengecekan kesehatan di lokasi terdampak banjir.

GROBOGAN- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan menyisakan persoalan kesehatan.

Dalam dua hari pelayanan pascabanjir, 17–18 Februari 2026, sebanyak 963 warga tercatat menjalani pemeriksaan di pos layanan kesehatan.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan keluhan terbanyak adalah myalgia atau nyeri otot sebanyak 263 kasus (27,31 persen). Disusul penyakit kulit 241 kasus (25,03 persen) serta ISPA sebanyak 208 kasus (21,50 persen).

Cephalgia atau sakit kepala tercatat 104 kasus (10,80 persen), hipertensi 60 kasus (6,23 persen), febris atau demam 26 kasus (2,70 persen), gastritis 22 kasus (2,28 persen), diare 2 kasus (0,21 persen), serta penyakit lainnya 37 kasus (3,84 persen).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr Djatmiko, menyampaikan bahwa potensi penyakit pascabanjir memang beragam dan perlu diantisipasi serius.

“Keluhan yang paling banyak muncul adalah nyeri otot dan pegal linu akibat aktivitas membersihkan rumah, disusul penyakit kulit karena paparan air banjir. Selain itu batuk pilek, gangguan lambung, hingga tekanan darah tinggi juga cukup banyak,” ujarnya.

Di Kelurahan Purwodadi, laporan didominasi keluhan gatal-gatal, batuk pilek, dan hipertensi.

Menurutnya Tegowanu, yang sebelumnya mengalami jebolan tanggul Cabean, juga masuk kategori wilayah rawan munculnya penyakit pascabanjir.

Lonjakan pasien terlihat di sejumlah pos kesehatan yang dibuka puskesmas strategis. Antara lain, Puskesmas Gubug I dan II terpantau penuh karena menjadi rujukan warga dari berbagai desa.

“Gubug I sebenarnya tidak terlalu banyak kasus, tetapi karena aksesnya mudah, kemarin difungsikan juga untuk koordinasi pelayanan,” imbuhnya.

Di Puskesmas Godong I, pasien didominasi warga Desa Rejosari dan Desa Tinanding.

Sementara itu, Puskesmas Kedungjati menjadi fasilitas dengan jumlah pasien terbanyak, melayani ISPA 93 orang, penyakit kulit 97 orang, myalgia 175 orang, cephalgia 61 orang, dan febris 8 orang.

Posisi kedua ditempati Puskesmas Purwodadi I dengan rincian ISPA 20 orang, penyakit kulit 31 orang, cephalgia 17 orang, hipertensi 22 orang, serta gastritis 13 orang.

Selain penyakit umum pascabanjir, laporan terbaru juga mencatat adanya satu kasus dugaan leptospirosis yang masih dalam tahap pemantauan.

Dinas Kesehatan terus melakukan surveilans dan pemantauan di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menggunakan alat pelindung saat membersihkan sisa lumpur dan genangan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, diare, batuk pilek, nyeri otot, atau gangguan kulit.

“Jangan menunggu parah. Segera datang ke puskesmas terdekat agar bisa ditangani lebih cepat,” tegas dr Djatmiko. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #ispa #penyakit pasca banjir