GROBOGAN- Inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan menembus panggung nasional dan mengangkat nama Grobogan di jajaran terbaik Indonesia.
Agus Subagyo DC, guru pendamping satuan pendidikan (Pengawas Sekolah) di SMPN 3 Purwodadi, berhasil masuk 8 besar nasional dengan mengusung tema Mempersiapkan Pembelajaran Inovatif Berbasis AI dengan Gemini Academy.
Tak hanya meraih prestasi individu, ia juga mengantarkan 106 pendidik Grobogan lulus sertifikasi Gemini dengan nilai di atas standar nasional.
Pengumuman penghargaan dilakukan pada 31 Desember 2025, dengan penyerahan award awal Februari 2026.
Dari seluruh peserta di Indonesia, hanya 25 orang yang meraih penghargaan nasional, dan Agus menjadi salah satu di antaranya.
Setelah mengikuti pelatihan awal dari penyelenggara, Agus mendapat mandat untuk mengimbaskan materi kepada para pendidik di Grobogan pada November hingga Desember 2025.
Ia kemudian bergerak dengan pola jemput bola ke sejumlah wilayah seperti Karangrayung, Purwodadi, dan Toroh.
Pelatihan digelar dalam beberapa pertemuan, baik secara daring maupun luring. Materi yang diberikan mencakup pengenalan Gemini, teknik menyusun prompt yang tepat, hingga integrasi AI dalam berbagai mata pelajaran dan administrasi pembelajaran.
Seluruh guru peserta pelatihan diwajibkan mengikuti ujian sebagai syarat kelulusan. Standar nilai minimal ditetapkan 80.
Jika belum memenuhi nilai tersebut, peserta harus menunggu 14 hari untuk pendalaman materi sebelum diperbolehkan mengulang.
“Mereka semua ikut ujian. Hasilnya 106 pendidik berhasil lulus dengan nilai di atas 80. Artinya sudah layak menggunakan Gemini dan mendapatkan sertifikat,” ungkap Agus.
Pengumuman capaian nasional dilakukan pada 31 Desember 2025, sementara penghargaan diserahkan pada awal Februari 2026.
Dari seluruh peserta di Indonesia, hanya 25 orang yang menerima penghargaan nasional, dan Agus Subagyo masuk dalam jajaran 7 besar nasional tersebut.
Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar penghargaan, melainkan perubahan pola kerja guru.
Kini para pendidik mulai terbiasa memanfaatkan AI untuk menyusun perangkat ajar, merancang pembelajaran yang lebih variatif, hingga mempercepat pekerjaan administrasi.
“AI ini alat bantu. Guru tetap yang utama. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan tema dan karakter mata pelajaran,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi tonggak awal transformasi digital pendidikan di Grobogan. Inovasi pembelajaran berbasis AI kini mulai menyebar dan mengakar di kalangan guru. (int)
Editor : Mahendra Aditya