GROBOGAN – Jebolnya tanggul Kali Cabean di wilayah Kabupaten Demak memicu banjir di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Senin (16/2/2026) dini hari.
Sedikitnya 250 kepala keluarga (KK) terdampak setelah air sungai meluap dan menggenangi permukiman serta lahan pertanian warga.
Banjir terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga dan area persawahan yang saat ini tengah memasuki masa panen.
Hingga pukul 11.00 WIB, debit air dilaporkan masih terus mengalir ke permukiman karena tanggul yang jebol belum tertangani.
Kepala Desa Tajemsari, Pujianto, mengatakan titik tanggul yang jebol berada di sebelah utara jembatan Kali Cabean.
Jebolnya tanggul membuat aliran air tak terkendali dan langsung mengarah ke wilayah Tajemsari.
“Air langsung masuk ke rumah warga dan sawah. Sampai siang ini masih terus bertambah karena belum ada penanganan di lokasi tanggul yang jebol,” ujarnya.
Dua dusun terdampak cukup parah yakni Dusun Kendalsari dan Dusun Mlangi.
Ketinggian air sempat mencapai sekitar 70 sentimeter dan merendam ratusan rumah.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sawah warga yang siap panen.
Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 60 juta, terutama dari sektor pertanian.
Pujianto menambahkan, kondisi diperparah dengan tidak adanya saluran pembuangan air yang memadai sehingga genangan berpotensi bertahan lama.
Pada kejadian sebelumnya, banjir bahkan disebutn baru bisa surut hingga berminggu-minggu.
Pemerintah desa pun mengajukan bantuan darurat, termasuk pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.
Warga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data pukul 12.00 WIB, terdapat empat titik tanggul jebol di wilayah Grobogan.
“Yakni satu titik tanggul jebol di Cabean Tegowanu, satu titik tanggul jebol Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung, serta dua titik tanggul jebol Sungai Jajar Baru di Dusun Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung,” jelasnya.
Di Desa Tajemsari, lanjut Wahju, genangan air saat ini berada di kisaran 20–30 sentimeter dan berangsur surut, meski sebelumnya sempat mencapai ketinggian lebih tinggi di sejumlah titik.
Sedangkan di Kecamatan Karangrayung, tepatnya di Desa Mojoagung Dusun Krasak, tanggul Sungai Jajar Baru yang jebol menyebabkan air masuk ke permukiman dengan ketinggian sekitar 15–20 sentimeter.
Saat ini, genangan tersisa di jalan desa dan kondisi dilaporkan berangsur membaik.
BPBD Grobogan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, termasuk asesmen kerusakan serta distribusi bantuan bagi warga terdampak. (int)
Editor : Ali Mustofa