GROBOGAN – Desa Mangunrejo, Kecamatan Pulokulon, menjadi tempat diselenggarakannya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 Kodim 0717/Grobogan.
Program tersebut resmi dibuka oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi, Selasa (10/2/2026), dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, melainkan ruang penguatan nilai sosial dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi roh TMMD merupakan kekuatan utama dalam membangun desa secara berkelanjutan.
“Spirit kebersamaan dan kegotongroyongan kembali kita teguhkan melalui aksi nyata. TMMD Sengkuyung menjadi sarana untuk merawat persatuan, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran TMMD selama ini telah menjadi bagian penting dalam akselerasi pembangunan daerah.
Melalui kegiatan fisik dan nonfisik, program ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, serta penanganan isu-isu strategis di Kabupaten Grobogan.
"Dampak positifnya, telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat desa," jelasnya.
Senada dengan itu, Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto menegaskan bahwa TMMD Sengkuyung merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Ia menyebut TMMD sebagai program akselerasi pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kegiatan ini adalah wujud kolaborasi dan komitmen TNI AD bersama pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan desa, baik secara fisik maupun nonfisik, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 diwujudkan melalui pengecoran jalan sepanjang 600 meter, rehabilitasi satu unit mushola, rehabilitasi satu unit pos kamling, serta pembangunan lima unit jamban sehat.
Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga digelar melalui berbagai penyuluhan, mulai dari administrasi kependudukan, wawasan kebangsaan, pencegahan narkoba dan kamtibmas, kesehatan, hingga pembinaan keagamaan.
Program TMMD Sengkuyung ini menjadi simbol pembangunan terpadu yang tidak hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat, menumbuhkan kesadaran kolektif, serta meneguhkan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah. (int)
Editor : Ali Mustofa