GROBOGAN – PT Beomho Teknologi Service asal Korea Selatan melakukan kunjungan langsung ke Grobogan untuk mematangkan penerapan K-Smart City, yang akan dimulai dari penguatan sistem smart traffic dan infrastruktur keselamatan publik.
Rombongan PT Beomho melakukan rangkaian kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis, mulai dari Command Centre, Diskominfo, Dinas Perhubungan, PSC 119 Grobogan, hingga simpul lalu lintas utama seperti Alun-Alun Purwodadi, Simpang Lima Purwodadi, dan Simpang Danyang.
Kunjungan ini bertujuan memetakan kondisi eksisting, mengidentifikasi persoalan lapangan, serta menyusun desain sistem final K-Smart City yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah Grobogan.
CEO PT Beomho Teknologi Service, Hermes Oh, mengatakan kehadirannya bukan sekadar penjajakan, tetapi merupakan langkah strategis menuju implementasi nyata.
“Kami datang ke Grobogan untuk menunjukkan konsep Korean Smart City, smart traffic, dan safety system. Kami ingin berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk mengintegrasikan solusi K-Smart City di Grobogan.
Karena itu, kami menyiapkan kerja sama melalui MoU dan akan mengajukan dukungan resmi dari Pemerintah Korea agar solusi ini benar-benar bisa diterapkan,” ujar Hermes Oh saat ditemui di PSC 119 Dinkes Grobogan.
Kedatangan timnya kali ini sekaligus untuk menyiapkan skenario bersama pemerintah daerah dan pihak Korea terkait desain sistem akhir yang akan diterapkan.
“Kunjungan ini untuk menyiapkan skenario dan mendiskusikan bersama pemerintah daerah serta pihak Korea seperti apa sistem final yang akan dibangun. Jika proses ini berjalan baik, maka pertengahan tahun ini implementasi K-Smart City sudah bisa diterapkan,” ujarnya.
Hermes menegaskan, fokus utama proyek ini adalah smart traffic dan sistem keselamatan, sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Grobogan.
“Saat kami mempelajari kondisi Grobogan, banyak ditemukan kasus kecelakaan lalu lintas. Karena itu, smart traffic solution sangat penting.
Dengan K-Smart City solution, Grobogan akan menjadi wilayah yang jauh lebih aman, dengan dukungan dari Pemerintah Korea,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Grobogan melalui Kasi Prasarana Fandy Murdiyanto, menyampaikan bahwa kedatangan PT Boomho Teknologi Service merupakan tindak lanjut konkret dari nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.
“Ada tiga hal utama yang ditawarkan dan direncanakan, yakni pengusulan CCTV, PJU (Penerangan Jalan Umum), dan sistem traffic light berbasis AI,” ungkap Fandy.
Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang melalui skema hibah yang saat ini masih dalam proses seleksi.
“Hasil seleksi diperkirakan sudah bisa diketahui pada April, karena ini bersifat lomba. Jika berhasil, realisasi hibah dan implementasi lapangan ditargetkan pertengahan tahun,” jelasnya.
Pemkab juga menyatakan komitmen penuh dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Pemkab Grobogan menyanggupi pemeliharaan dan keberlanjutan sistem jika hibah ini terealisasi,” tegas Fandy.
Dengan integrasi AI traffic light, CCTV pintar, penerangan jalan modern, serta koneksi langsung ke Command Centre dan PSC 119, proyek K-Smart City ini bukan hanya modernisasi infrastruktur.
Tetapi menekan angka kecelakaan, menyelamatkan nyawa, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta nyaman bagi masyarakat Grobogan. (int)
Editor : Mahendra Aditya