GROBOGAN – Pemulihan Api Abadi Mrapen kini dilakukan secara serius dan berbasis kajian ilmiah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan gangguan teknis dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli profesional, bukan sekadar penanganan biasa.
Sekretaris Dispora Provinsi Jawa Tengah, Surya Deta, menegaskan bahwa Api Abadi Mrapen merupakan ikon Jawa Tengah yang telah dikenal hingga mancanegara dan menjadi kebanggaan bersama.
“Mrapen ini ikonik dan sudah mendunia. Harapan kami, treatment yang dilakukan bersama Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah bisa berhasil dan aliran gasnya bisa kembali lancar seperti sedia kala,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemulihan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis api, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata kawasan Museum Mrapen.
“Kami berharap ini tidak hanya soal apinya saja, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata. Terutama untuk meningkatkan kunjungan ke Museum Mrapen,” tambahnya.
Surya Deta memastikan, proses pemulihan ditargetkan rampung dalam waktu sepekan dan menegaskan tidak ada istilah Api Abadi Mrapen padam permanen.
“Kami butuh waktu sepekan untuk bisa menyala lagi. Jadi tidak ada istilahnya Api Abadi Mrapen padam permanen," ujarnya.
"Ini hanya gangguan teknis, dan akan kita treatment untuk segera dipulihkan,” tegasnya.
Penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, melibatkan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, BUMD bidang energi dan gas alam, serta tenaga ahli teknis yang telah disiapkan khusus untuk proses pemulihan.
“Prinsipnya nggak bisa kerja sendiri, tapi harus kerja bareng,” imbuhnya.
Secara teknis, tenaga lapangan yang diturunkan terbatas karena penyebab gangguan telah dianalisa secara ilmiah oleh tim ahli.
“Karena penyebabnya sudah dianalisa, nanti tinggal pelaksanaan di lapangan,” pungkasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa