GROBOGAN - Setelah ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan kini dibuka kembali.
Hal itu menyusul setelah lakukan perbaikan fasilitas dapur SPPG dari kasus dugaan keracunan MBG terhadap ratusan siswa di beberapa sekolah di Kecamatan Gubug.
Dari hasil evaluasi di lapangan Satgas MBG menemukan sejumlah catatan krusial. Diantaranya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang berada di area dapur dan diminta segera ditutup karena berpotensi menimbulkan resiko sanitasi.
Kemudian pencucian dinilai tidak memadai karena terlalu kecil dan rawan menimbulkan kontiminasi silang.
Ketua Satgas SPPG MBG Grobogan Sugeng Prasetyo mengatakan, setelah dilakukan perbaikan dan perubahan dari hasil evaluasi BGN SPPG Kuwaron sudah bisa beroperasi lagi sudah keluar semua dan bisa beroperasional kembali.
”Hari ini (SPPG Kuwaron) sudah mulai beroperasional lagi. Sudah normal. Tetap kita evaluasi lagi sambil berjalan,” kata Sugeng Prasetyo yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Grobogan.
Hasil evaluasi sudah dilakukan diantaranya penutupan IPAL , tempat cuci ada bau bebek. Semua sudah ditutup dan bisa tidak bau lagi.
”Semua sudah bisa beroperasional lagi sambil kami awasi,” ujarnya.
Terkait dengan SPPG Mandiri dari Ponpes Miftahul Huda masih terus berjalan dan menjadi setengah program khusus. Dimana pembangunan SPPG tersebut ada program percepata 45 hari selesai.
”Dari SPPG Ponpes sudah beroperasi dan masih kurang nanti dicukupi SPPG terdekat. Nanti dibagi rata,” terang dia.
Sementara itu, semua SPPG di Kabupaten Grbogan sudah sesuai Standart Operasi Prosedur (SOP) dan sudah memenuhi SLHS Mudah mudahan bisa sesuai SOP dan bisa memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) . Sampai saa ini Kabupaten Grobogan sudah terverifikasi ada 135 SPPG dan sudah beroperasional ada 112 SPPG. (mun)
Editor : Mahendra Aditya