GROBOGAN – Kerusakan jalan di depan Pasar Gubug yang sempat viral di media sosial langsung mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Setyo Hadi.
Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, Bupati turun tangan dengan menginstruksikan penanganan cepat di lapangan guna memulihkan akses utama menuju salah satu pusat aktivitas ekonomi warga itu.
Sebagai langkah awal, atas inisiatif Bupati Grobogan, Pemerintah Kabupaten Grobogan melakukan penanganan sementara melalui kegiatan pemeliharaan berupa pemerataan jalan pada ruas depan Pasar Gubug yang mengalami kerusakan cukup parah.
Baca Juga: Komisi D DPRD Grobogan Prihatin Sekolah Rusak Akibat Angin Kencang, Desak Pemda Bergerak Cepat
Sementara untuk penanganan permanen berupa pembetonan, telah direncanakan akan dianggarkan melalui APBD Perubahan Tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan, Een Indarto, mengatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk membangun ruas jalan tersebut secara menyeluruh agar memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.
“Nanti jika anggaran sudah tersedia, akan dilakukan pembangunan dengan pembetonan pada ruas jalan depan Pasar Gubug,” ujar Een Indarto.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan tersebut sangat penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan Pasar Gubug sebagai pusat kegiatan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari.
Dengan kondisi jalan yang mantap, diharapkan akses masyarakat menuju pasar dapat terlayani dengan baik.
“Pemenuhan kebutuhan masyarakat yang akan berbelanja maupun beraktivitas di Pasar Gubug harus didukung dengan infrastruktur jalan yang layak,” imbuhnya.
Saat ini, Dinas PUPR Grobogan tengah melakukan survei lapangan melalui petugas patroli di wilayah kerja UPTD setempat untuk memetakan tingkat kerusakan jalan.
Baca Juga: 332 Jabatan Kepala Sekolah Masih Kosong, Disdik Grobogan Ungkap Skema Pengisian
Dari hasil survei tersebut, akan ditentukan bentuk penanganan sementara yang paling tepat.
“Kami lakukan survei langsung di lapangan untuk melihat seberapa besar tingkat kerusakan. Saat ini prosesnya sudah berjalan dan sedang dilakukan pemetaan kebutuhan,” jelasnya.
Menurut Een, penanganan awal akan diprioritaskan pada pemerataan jalan agar dapat segera digunakan dengan aman oleh masyarakat.
Sementara itu, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan permanen berupa pembetonan diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 miliar.
“Untuk sementara kami fokus pada pemeliharaan. Sedangkan kebutuhan anggaran untuk pembetonan diperkirakan sekitar Rp 2 miliar dan akan kami usulkan pada APBD Perubahan 2026,” pungkasnya. (mun)
Editor : Ali Mustofa