GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan meresmikan berbagai proyek pembangunan yang dikerjakan sepanjang tahun anggaran 2025.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo di salah satu titik proyek, yakni kawasan penataan lingkungan kumuh RW 07 Jengglong Barat, Kelurahan Purwodadi, Senin (26/1/2026).
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu proyek strategis penanganan kawasan kumuh di wilayah perkotaan Purwodadi.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Grobogan Endang Sulistiyoningsih menjelaskan, program penataan lingkungan kumuh di RT 8 dan RT 9 RW 07 Jengglong Barat meliputi kegiatan bedah rumah dan rehabilitasi rumah tidak layak huni.
“Total ada 58 unit rumah yang ditangani. Rinciannya 37 rumah dilakukan bedah total dan 11 rumah direhabilitasi,” jelas Endang.
Pembangunan kawasan kumuh tersebut didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Program Perumahan dan Kawasan Permukiman Terpadu (PPKT) Tahun 2025 sebesar Rp 1,4 miliar serta dukungan APBD Kabupaten Grobogan Tahun 2025 sebesar Rp 1,2 miliar.
Selain perbaikan rumah, penataan kawasan juga mencakup pembangunan infrastruktur lingkungan berupa jalan paving tiga dimensi sepanjang 1,4 kilometer dan pembangunan drainase saluran sepanjang 1,4 kilometer.
Tak hanya menyentuh aspek fisik lingkungan, Disperakim Grobogan juga melaksanakan program konsolidasi tanah. Melalui kerja sama dengan ATR/BPN, sebanyak 45 rumah di kawasan tersebut mendapatkan sertifikat tanah secara gratis tanpa dipungut biaya.
“Tujuan kami tidak hanya menata fisik lingkungan, tetapi juga meningkatkan derajat kesehatan, kenyamanan, serta aspek ekonomi masyarakat,” imbuh Endang.
Ia mengakui bahwa keberhasilan program tersebut tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kawasan Jengglong Barat yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah “mak dek”, kini mulai tertata dan berubah menjadi lingkungan yang lebih layak huni.
Endang menambahkan, melalui program DAK PPKT Tahun 2025, luas kawasan kumuh di Kabupaten Grobogan berhasil dikurangi hingga 2,8 hektare.
Ke depan, pihaknya berharap penataan kawasan kumuh dapat kembali dilanjutkan pada tahun 2027.
“Mudah-mudahan kawasan kumuh di Kabupaten Grobogan bisa terus kita selesaikan secara bertahap,” katanya.
Namun demikian, Endang juga berpesan kepada masyarakat agar turut menjaga hasil pembangunan. Salah satunya dengan memastikan 146 buah drel penutup bak kontrol drainase tetap terpasang dan tidak hilang.
Dalam peresmian tersebut, Pemkab Grobogan juga memaparkan sedikitnya 14 proyek pembangunan strategis sepanjang tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 72,5 miliar.
Di antaranya penanganan kawasan kumuh Purwodadi senilai Rp 9,6 miliar, pembangunan Jembatan Pulokulon sebesar Rp 3,2 miliar, pembangunan Jembatan Trisari, Gubug senilai Rp 2,2 miliar, serta pembangunan Jalan Gubug–Tegowanu sebesar Rp 4,5 miliar.
Selain itu, terdapat pembangunan jalan di Kecamatan Tawangharjo senilai Rp 2,8 miliar, pembangunan drainase Jalan dr Sutomo dan Jalan Tentara Pelajar sebesar Rp 3,8 miliar, pembangunan Kantor Kecamatan Kradenan dan Kantor Kecamatan Ngaringan masing-masing senilai Rp 4,7 miliar.
Proyek lainnya meliputi pembangunan Gedung Inspektorat Daerah sebesar Rp 5,1 miliar, pembangunan Kantor Dinas Sosial senilai Rp 4,9 miliar, pembangunan Pusat Daur Ulang Sampah di TPA Ngembak sebesar Rp 3,4 miliar, pembangunan Puskesmas Penawangan I senilai Rp 7,1 miliar, pembangunan RSUD dr R. Soedjati Purwodadi sebesar Rp 9,9 miliar, serta renovasi 17 SMP dengan total anggaran Rp 6,6 miliar.
Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pembangunan di Kabupaten Grobogan, termasuk peran aktif masyarakat.
“Semua program dan kegiatan pembangunan ini pada dasarnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
Menurut Setyo Hadi, meskipun kemampuan anggaran APBD 2025 terbatas, Pemkab Grobogan terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan dengan mengakses berbagai sumber pendanaan, baik dari Bantuan Keuangan Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun sumber dana lainnya.
“Ini merupakan wujud komitmen kita dalam pembangunan berbagai bidang, mulai dari pekerjaan umum, perumahan rakyat, kawasan permukiman, pendidikan hingga kesehatan,” bebernya.
Ia menambahkan, Pemkab Grobogan juga memberi perhatian pada sektor perdagangan, olahraga, gedung perkantoran, lingkungan hidup, perhubungan, pariwisata, pertanian, dan peternakan. Sementara pada tahun 2026, Pemkab Grobogan akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan kualitas jalan kabupaten serta penataan Kota Purwodadi.
“Tahun ini kami telah mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar. Rinciannya Rp 112 miliar untuk pembangunan jalan dan Rp 88 miliar untuk penataan Kota Purwodadi serta penanganan banjir,” pungkasnya. (mun)
Editor : Zainal Abidin RK