GROBOGAN – Warga Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai setempat, Sabtu (24/1/2026). Korban diketahui bernama Saman, 70 warga Dusun Dukuh Lor, Desa Toko, Kecamatan Penawangan.
Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui pertama kali pada Sabtu siang sekitar pukul 13.15 WIB.
Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di aliran sungai ikut wilayah Desa Kluwan.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat tenggelam. Lokasi kejadian berada di aliran sungai ikut Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan,” terang AKP Sutarjo.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB tanpa pamit kepada pihak keluarga.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu tidak kembali hingga malam hari, sehingga pihak keluarga merasa khawatir dan berupaya melakukan pencarian ke rumah saudara maupun kerabat terdekat.
Namun, upaya pencarian keluarga tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya pada Sabtu siang sekitar pukul 11.30 WIB, pihak keluarga menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Kluwan dan Babinsa untuk membantu melakukan pencarian sekaligus melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penawangan.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 13.15 WIB, korban ditemukan di aliran sungai dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Penawangan untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas dari Polsek Penawangan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Sutarjo segera mendatangi lokasi kejadian.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Grobogan, Puskesmas Penawangan I, serta petugas PMI untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Sejumlah saksi turut dimintai keterangan, di antaranya Agus Purwanto (50) anggota TNI warga Desa Kluwan, Kuntono, 45 petani setempat, serta Joko Ismulyanto, Bhabinkamtibmas Desa Kluwan.
Setelah dilakukan evakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Dukuh Lor RT 01/RW 01 Desa Toko. Tim INAFIS Polres Grobogan bersama tenaga medis dari Puskesmas Penawangan I melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban dengan disaksikan aparat kepolisian, perangkat desa, serta pihak keluarga.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” jelas AKP Sutarjo.
Pihak kepolisian juga telah menawarkan kepada keluarga korban untuk dilakukan tindakan otopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun, pihak keluarga menyatakan menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Karena keluarga menolak otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat dan kebiasaan setempat,” pungkasnya. (mun)
Editor : Mahendra Aditya