Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Komisi D DPRD Grobogan Prihatin Sekolah Rusak Akibat Angin Kencang, Desak Pemda Bergerak Cepat

Sirojul Munir • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:18 WIB
BERIKAN DUKUNGAN - Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona mendorong agar Pemda membangun sekolah rusak secepatnya.
BERIKAN DUKUNGAN - Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona mendorong agar Pemda membangun sekolah rusak secepatnya.

GROBOGAN – Ketua Komisi D DPRD Grobogan Mansata Indah Maratona menyampaikan keprihatinan mendalam atas rusaknya sejumlah bangunan sekolah akibat bencana angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan baru-baru ini.

Kerusakan tersebut dinilai tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Salah satunya menimpa empat ruang kelas SD N 2 Latak, Desa Latak, Kecamatan Godong harus belajar di ruang sekolah Madin Islahut Tholibin karena atap ruang kelasnya ambruk. Tiga ruang kelas belajar mengajar dan ruang kantor.

Setelah atap roboh, siswa belajar di ruang kelas yang masih digunakan. Sistemnya setiap kelas diskat jadi dua kelas.

Namun, setelah dipraktekan siswa tidak bisa konsentrasi untuk belajar. Kemudian siswa dipindah di Madin Islahut Tholibin di Desa setempat.

Menurut Mansata, sektor pendidikan merupakan layanan dasar yang tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat terjadi bencana alam.

Oleh karena itu, penanganan terhadap kerusakan sarana dan prasarana sekolah harus menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Pendidikan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai anak-anak kehilangan haknya untuk belajar hanya karena fasilitas sekolah rusak dan penanganannya lamban,” tegas Mansata, Jumat (23/1).

Empat ruang kelas SD N 2 Latak, Desa Latak, Kecamatan Godong harus belajar di ruang sekolah Madin Islahut Tholibin karena atap ruang kelasnya ambruk. Tiga ruang kelas belajar mengajar dan ruang kantor.

Kejadian atap roboh terjadi pada Minggu (11/1) lalu. Beruntung kejadian saat libur sekolah tidak ada aktifitas belajar mengajar.

Setelah atap roboh, siswa belajar di ruang kelas yang masih digunakan. Sistemnya setiap kelas diskat jadi dua kelas.

Namun, setelah dipraktekan siswa tidak bisa konsentrasi untuk belajar. Kemudian siswa dipindah di Madin Islahut Tholibin lokasinya 200 meter.

Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh warga sekolah harus menjadi prioritas utama. Komisi D meminta pihak sekolah segera mengamankan area bangunan yang mengalami kerusakan parah dan tidak menggunakan ruang-ruang tersebut sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan.

“Keselamatan siswa dan guru tidak boleh dikompromikan. Area yang rusak harus dipastikan steril dari aktivitas belajar sampai benar-benar dinyatakan aman,” ujarnya.

Selain itu, Mansata mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait agar bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh dan akurat.

Baca Juga: PDU Mulai Dimanfaatkan, Pemkab Grobogan Dorong Sampah Jadi Energi Terbarukan

Pendataan tersebut menjadi dasar penting untuk menentukan langkah tanggap darurat, termasuk penyediaan ruang kelas sementara atau penerapan sistem belajar alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan.

“Dinas terkait harus segera turun ke lapangan. Jangan sampai ada sekolah yang luput dari pendataan. Langkah darurat perlu disiapkan agar proses pembelajaran tidak terhenti,” katanya.

Komisi D DPRD Grobogan juga mendorong percepatan perbaikan fisik bangunan sekolah yang terdampak.

Mansata menegaskan bahwa perbaikan, terutama pada ruang kelas, atap, dan fasilitas vital lainnya, tidak boleh terlalu lama menunggu proses administrasi yang berlarut-larut.

“Untuk urusan keselamatan dan pendidikan anak, proses perbaikan harus dipercepat. Jangan sampai birokrasi justru memperlambat pemulihan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mansata menilai kejadian angin kencang ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam hal pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah ke depan.

Ia menekankan pentingnya penerapan standar konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem, mengingat potensi bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

“Kita harus mulai memikirkan mitigasi jangka panjang. Sekolah harus dibangun dengan standar yang lebih aman dan adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem,” tambahnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan fungsi pengawasan, Komisi D DPRD Grobogan memastikan akan melakukan pemantauan langsung serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah agar penanganan kerusakan sekolah berjalan cepat, tepat, dan tidak berlarut-larut.

“Komisi D akan terus mengawal persoalan ini. Tujuan utama kami adalah memastikan hak anak-anak Grobogan untuk mendapatkan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak tetap terpenuhi,” pungkas Mansata. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#SD N 2 Latak #sekolah rusak #dprd grobogan #Dinas Pendidikan Grobogan