Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diterjang Angin Kencang, Empat Ruang SDN 2 Latak Godong Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Madin

Sirojul Munir • Kamis, 22 Januari 2026 | 16:38 WIB
AMBRUK - Empat ruang di SD N 2 Latak, Kecamatan Godong atapnya roboh terkena angin kencang akibatnya tidak bisa dipakai siswa belajar di Madin Islahut Tholibin Desa setempat
AMBRUK - Empat ruang di SD N 2 Latak, Kecamatan Godong atapnya roboh terkena angin kencang akibatnya tidak bisa dipakai siswa belajar di Madin Islahut Tholibin Desa setempat

GROBOGAN - Puluhan siswa SD N 2 Latak, Desa Latak, Kecamatan Godong harus belajar di ruang sekolah Madin Islahut Tholibin karena atap ruang kelasnya  ambruk. Ada empat ruang kelas atapnya ambruk dan lokasi tidak bisa dipakai.

Tiga ruang kelas belajar mengajar dan ruang kantor. Kejadian atap roboh terjadi pada Minggu (11/1) lalu.

Beruntung kejadian saat libur sekolah tidak ada aktifitas belajar mengajar. Setelah atap roboh, siswa belajar di ruang kelas yang masih digunakan.

Sistemnya setiap kelas diskat jadi dua kelas. Namun, setelah dipraktekan siswa tidak bisa konsentrasi untuk belajar. Kemudian siswa dipindah di Madin Islahut Tholibin lokasinya 200 meter dari lokasi SD.

Guru Agama SD N 2 Latak Uswatun Hasanah mengatakan, sebelum atap sekolah sebelumnya di lokasi tersebut sudah ada ruang kelas atapnya roboh pada tahun 2024. Ruang kelasnya masih digunakan.

”Kejadian kemarin Hari Minggu ada angina kencang atap lainya roboh semua. Karena bangunan saling berkaitan jadi kanan kiri terkena ikut roboh.,” kata Uswatun Hasanah.

Dia berharap dengan kejadian tersebut Pemkab Grobogan akan melakukan perbaikan atap sekolah di empat ruang kelas.

”Kami terpaksa pindah di Madin ini karena di SD sudah tidak kondusif lagi. Kami izin warga dan komite sekolah sementara waktu dialihkan kesini,” ujarnya.

Siswa yang dipindahkan pembelajaranya adalah siswa kelas 2,3 dan 4. Dimana proses belajar mengajar sudah dimulai sejak Senin (19/1) lalu. Bangunan sekolah atap roboh tersebut sudah terjadi pada tahun 2024.

Saat itu, baru satu ruang kelas 6. Kemudian pada tahun 2025 disamping kelasnya atap sudah retak penyangganya.

”Awal tahun 2026 ini atap empat ruang kelas dari tiga kelas dan satu ruang guru ambruk semua. Kami berharap Pemda segera lakukan perbaikan,” terang dia.

Upaya untuk melakukan perbaikan sekolah sudah dilakukan sejak Tahun 2024 lalu. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi. Beberapa kali petugas dari Dinas Pendidikan sudah lakukan survey namun belum ada pembangunan sampai sekarang.

”Proposal pembangunanya sudah kami sampaikan sejak tahun 2024 lalu. Tetapi dibangun kami nunggu sampai ada kejadian empat ruang kelas ambruk semua,” tandasnya.

Salah satu siswa kelas 3 SD N 2 Latak Almer mengaku tidak nyaman belajar dan harus pindah di Madin karena sekolah ambruk.

”Kelas disini kecil kurang besar jadi kutang nyaman. Berharap segera diperbaiki,” ujarnya.

hal sama juga diungkapkan Bangun kelas 3 SF N 2 Latak dia belajar di ruang madin sejak empat hari yang lalu.

”Harapanya sekolahnya bisa diperbaiki,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Grobogan Muhammad Irfan mengatakan, dari kasus atap SD N 2 Latak ambruk sudah mendapatkan laporan dan sudah menindaklanjutinya dengan meninjau ke lokasi.

Kondisi dari bangunan yang roboh karena atap sudah lapuk dan rusak. Sedangkan kondisi dinding dan lantai masih baik.

”Atapnya empat ruang ambruk ada tiga ruang kelas dan satu kantor guru. Kami ajukan tahun ini pembangunanya di APBD Perubahan,” terang dia.

Terkait dengan anggaran pembangunan empat lokal kelas membutuhkan dana sebesar Rp 700 juta. Sekolah rusak tidak hanya di SD N 2 Latak, tetapi masih ada puluhan SD lainya juga alami kerusakan.

Sekolah tersebut akan dibangun untuk tahun ini baik di APBD Tahun 2026 dan APBD Perubahan 2026. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#Bupati Grobogan Setyo Hadi #SD N 2 Latak #sekolah rusak #Dinas Pendidikan Grobogan #pemkab grobogan #sekolah ambruk