Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ngeri! Chikungunya Serang Belasan Warga di Sugihmanik Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:24 WIB

 

PENGASAPAN: Dinkes Grobogan saat melakukan fogging di wilayah Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo.
PENGASAPAN: Dinkes Grobogan saat melakukan fogging di wilayah Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo.

GROBOGAN – Wabah chikungunya merebak di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan. Sebanyak 19 warga dilaporkan terserang penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes dalam sepekan terakhir.

Kasus ini terungkap setelah Puskesmas Tanggungharjo melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pada Jumat, 10 Januari 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, menyusul laporan warga yang mengalami demam dan nyeri sendi.

Gejala pertama muncul pada Senin, (6/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Keluhan yang dirasakan beberapa warga antara lain demam tinggi, tulang dan sendi terasa linu, pusing, hingga kesulitan berjalan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2M) Dinas Kesehatan Grobogan, Sri Hadi Nugroho, mengatakan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan tingginya potensi penularan di lingkungan permukiman.

“Petugaa langsung gerak cepat. Setelah pihak desa melapor ke puskesmas, langsung dilakukan penyelidikan epidemiologi. Pada saat PE sekaligus dilakukan pemberian larvasida,” ujar Sri Hadi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mencatat Angka Bebas Jentik (ABJ) di lokasi ada 85 persen. Artinya, masih banyak tempat penampungan air warga yang ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti.

“ABJ kita hanya 85 persen. Ini menunjukkan masih cukup banyak tandon dan wadah air yang positif jentik. Padahal, ambang aman seharusnya di atas 95 persen,” jelasnya.

Tingginya temuan jentik tersebut mendorong petugas segera melakukan langkah pengendalian. Selain pemberian larvasida, petugas juga melakukan fogging dan menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak bersama warga.

“Setelah hasil PE keluar, langsung kita lakukan fogging fokus dan PSN untuk memutus rantai penularan,” tegas Sri Hadi.

Dari total 19 kasus, sebanyak 15 orang diduga tertular di dalam rumah, sementara empat lainnya terpapar saat beraktivitas di luar rumah. Sebagian kasus terjadi dalam satu keluarga.

“Dalam satu kepala keluarga, ada dua orang yang terserang. Ini menunjukkan penularan sangat dipengaruhi kondisi lingkungan rumah,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Grobogan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan rutin menguras dan menutup tempat penampungan air, menaburkan larvasida, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Kunci pencegahan tetap di PSN. Kalau jentiknya bisa ditekan, penularan chikungunya bisa dihentikan,” pungkas Sri Hadi.

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #Chikungunya