GROBOGAN - Pasien korban keracunan dugaan dari Makan Bergizi Gratis (MBG) asal SPPG Kuwaron Gubug dari 115 orang kini tinggal 18 orang yang masih dirawat di fasilitas kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas.
Rincianya 9 orang RS Ki Ageng Getas Getas Pendowo Gubug, dirawat RSUD R Soedjati Purwodadi ada 3 orang, Puskesmas Gubug satu ada 1 orang dan Godong satu ada lima orang.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Djatmiko mengatakan, pasien dari korban keracunan dari makanan dugaan dari MBG kini tinggal 16 orang dirawat di fasilitas kesehatan.
Jumlah korban keracunan dari dugaan makanan MBG berasal SPPG Kuwaron tersebut sebelumnya ada 803 orang.
”Saat ini tinggal 18 orang yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas. Dari yang terkena dampak MBG ada 803 orang dirawat rumah sakit dan puskesmas ada 115 orang. Kini tinggal 18 orang,” Kata Djatmiko.
Dari pasien yang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas mengalami gejala sering mual, muntah, mencret dan mules.
Dari korban keracunan tersebut sudah mendapatkan perawatan intensif. Untuk hasil penyebab keracunan makanan menunggu labolatorium dari Provinsi Jateng.
”Hasilnya nanti nunggu 10 hari dari tes makanan sample dari Laboratorium Kesehatan Dinkes Provinsi Jateng,” ujarnya.
Terkait dengan pembiayaan pembayaran korban keracunan MBG capai Rp 107 juta. Pihaknya menyerahkanya kepada Badan Gizi Nasional (BGN) . Meski Pemkab Grobogan mampu untuk menangani pembiayaan tersebut.
Namun dari Pemkab Grobogan menunggu hasil labolatorium sample makanan untuk penyebab keracunan.
”Dari BGN sudah siap menanggung jika sample makanan menjadi penyebab keracunan ratusan orang,” terang dia.
Sementara itu, dari pasien tersebut tidak ditarik sama sekali biaya. Sedangkan kejadian tersebut tidak bisa dijadikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena terjadi hanya di satu Kecamatan. Status KLB bisa ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan.
”Dari pembiayaan dilakukan rembes dulu. Jangan sampai pasien ditarik dan pasien pulang dulu,” tandanya. (mun)
Editor : Mahendra Aditya