Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menteri HAM Natalius Pigai Minta SOP MBG Diperketat Usai Kasus Dugaan Keracunan di Grobogan

Sirojul Munir • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:58 WIB
BERIKAN ARAHAN – Menteri HAM RI Natalius Pigai memberikan arahan sambutan kepada kepala SPPG se Kabupaten Grobogan di Pendopo Kabupaten, Selasa (13/1).
BERIKAN ARAHAN – Menteri HAM RI Natalius Pigai memberikan arahan sambutan kepada kepala SPPG se Kabupaten Grobogan di Pendopo Kabupaten, Selasa (13/1).

GROBOGAN – Menteri HAM RI Natalius Pigai memberikan arahan dan himbauan kepada Kepala SPPG se Kabupaten  Grobogan dalam rapat koordinasi dan evaluasi program MBG Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten, Selasa (13/1).

Pertemuan tersebut dihadiri seluruh kepala SPPG dan Koordinator Kecamatan serta Camat se Kabupaten Grobogan usai ada kejadian ratusan siswa SD, SMP dan SMK Kecamatan Gubug diduga keracunan MBG.

Dia mengatakan, dari evaluasi di lapangan dan observasi kepada 108 siswa dirawat di rumah sakit dan Puskesmas kini tinggal beberapa siswa.

Para siswa ingin program terus dilanjutkan. Dari Camat di Purwodadi terus dilanjutkan karena program baik.

”Tadi saya koordinasi dengan Bupati, DPRD, pengelola dapur, BGN Provinsi agar pelayanan yang akan datang diperbaiki. Kami konsisten agar tidak ada masalah. Dengan adanya keseriusan pemerintah daerah mengundang SPPG untuk perbaikan,” kata Natalius Pigai.

Dalam perbaikan tersebut harus ada pelayanan Standart Operasional Prosedur (SOP) dengan menjaga kualitas higienis makanan yang disajikan.

Kemudian Stake Holder untuk menjaganya. Sedangkan pembiayaan akan ditanggung dari Pemkab Grobogan dan BGN.

”Kami berkunjung kesini memastikan agar supaya peristiwa sama yang akan datang tidak terjadi lagi. Hari ini  Indonesia sudah ada 56 juta anak menerima MBG selama program berjalan  satu tahun atau 12 bulan,” ujarnya.

Program MBG di Indonesia berhasil dibandingkan dengan negara lainya Dincontohkan negara Brazil berhasil distribusi 40 juta anak membutuhkan waktu 11 tahun .

Menurutnya kejadian keracunan MBG di Kecamatan Gubug dari dapur SPPG Kuwaron karena faktor kebersihan tempat makan. Dimana saat itu, ada libur panjang dan semua peralatan tidak sempat dicuci dan menjadikan tempat kotor.

”Saat saya tanya keracunan dari mana. Dari makanan dari SPPG. Sumbernya dari SPPG maka siswa memahami diperbaiki akan lebih baik. Maka anak optimis dan menerima kembali. Saat memahami ada tempat makanan kotor dan itu bisa diperbaiki,” terang dia.

Selain itu, dari siswa juga berharap bisa sembuh dan bisa sekolah kembali. Program MBG merupaan program buah pikiran dari Presiden RI Presiden Subianto untuk menjadikan generasi muda bangsa Indonesia menjadi generasi Pintar, Kenyang dan Sehat. Tiga hal frasa tersebut menjadi pondasi lahirnya makan bergizi gratis.

Natalius Pigai juga berpesan agar pengelola SPPG harus mau teta belajar dan pengelola tidak ada alasan serta pengelola tidak mampu.

Maka dari pengelola SPPG harus menjalankan Standart Operasi Prosedur (SOP) harus tetap ditaati. (mun)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #keracunan mbg #Menteri HAM RI Natalius Pigai #pemkab grobogan