GROBOGAN – Seluruh pembiayaan perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas atas korban dugaan korban keracunaan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan ditunggung Badan Gizi Nasional (BGN).
Klaim bisa dilakukan jika sudah laporan masuk ke BGN setelah selesai perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas dengan laporan lengkap terperinci dan dilaporkan ke BGN.
Dari laporan sementara pembiayaan korban keracunan dugaan dari makan MBG per 12 Januari dari Dinas Kesehatan capai Rp 100.768.735,-.
Biaya sebanyak itu, dari perawatan 108 orang dirujuk di rumah sakit Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD R Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, Puskesmas Karangrayung, Puskesmas Kedungjati, Puskesmas Gubug 1, Puskesmas Toroh 1, Puskesmas Klambu, Puskemas Grobogan 1 dan Puskesmas Godong 1.
Ketua Tim Investigasi Independen BGN Karimah Muhamad mengatakan, terkait dengan pembiayaan bisa dibayarkan semua oleh BGN setelah selesai laporan di lapangan tentang data korban, gejalanya dan apasaja pengobatanya.
”Kepala BGN akan disposisi dan bagian keuangan akan membayarnya. Jadi dapur SPPG tidak punya kewajiban membayar tagihan,” kata Karimah Muhamad.
Dalam kasus keracunan MBG di Kecamatan Gubug sudah diterima oleh BGN dan dilakukan investigasi dan penyelidikan lebih lanjut ke bawah dengan meminta bantuan dari Polres Grobogan.
Yaitu dengan mencari tahu secara detail-detailnya untuk penyebab keracunan. Penyebab keracunan berasal dari zat kimia atau dari bakteri.
”Saya sudah komunikasi dengan Polri Jateng dengan alat apakah ini bakteri atau dari zat kimia. Apa penyebabnya nanti nunggu laborat,” ujarnya.
Karimah menambahkan, untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut telah melayangkan surat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dan Provinsi Jawa Tengah. Hal itu, untuk menentukan bahwa obat yang diberikan apa.
”Kami akan lakukan publikasi setelah penyelidikan 7 sampai 10 hari untuk penyebab keracunanya apa,” tandasnya.
Sementara itu, data penerima manfaat MBG di SPPG Kuwaron ada 2.904 orang. Dari kasus keracunan terdampak 803 Orang.
Dari jumlah itu, setelah menjalani perawatan sampai 13 Januari 2026 dan dinyatakan sembuh 688 orang. Sementara untuk yang masih rawat inap di Rumah Sakit dan Puskesmas masih 51 orang. (mun)
Editor : Mahendra Aditya