Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Update Dugaan Keracunan MBG di Grobogan, Korban Terus Bertambah, RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Penuh

Intan Maylani Sabrina • Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:11 WIB
PERAWATAN INTENSIF – Salah satu santri Putri Miftahul Huda Ngroto Gubug mendapatkan perawatan di ruang IGD RS Ki Ageng Getas Pendowo.
PERAWATAN INTENSIF – Salah satu santri Putri Miftahul Huda Ngroto Gubug mendapatkan perawatan di ruang IGD RS Ki Ageng Getas Pendowo.

GROBOGAN – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.

Hingga Sabtu malam (10/1), jumlah siswa dan santri yang terdampak terus bertambah, sementara RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug dilaporkan telah penuh akibat lonjakan pasien.

Direktur RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, dr Agus Budi Sarjono, mengungkapkan lonjakan pasien membuat kapasitas rumah sakit penuh hingga Sabtu malam (10/1) pukul 20.30 WIB.

“Per pukul 20.30 WIB, kondisi RSUD Ki Ageng Getas Pendowo sudah penuh. Saat ini ada rencana rujukan dari Puskesmas Kedungjati sebanyak empat pasien yang kemungkinan akan dialihkan ke RSUD dr Soedjati Purwodadi, terutama bagi pasien yang tidak memiliki BPJS dan akan ditangani melalui skema bantuan sosial,” ujar dr Agus.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan manajemen dan tenaga medis untuk pengondisian layanan agar seluruh pasien tetap tertangani secara optimal meski dengan keterbatasan ruang perawatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Djatmiko menyampaikan pendataan korban dugaan keracunan MBG masih terus berlangsung karena jumlah pasien terus bertambah.

“Data masih bergerak. Sampai malam ini masih ada tambahan pasien yang dirujuk ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Ia merinci, saat ini 11 pasien dirawat di RSUD dr Soedjati Purwodadi dan masih berpotensi bertambah. Sedangkan di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo jumlah pasien semula tercatat 37 orang.

Korban lainnya dirawat di Puskesmas Gubug 1, Puskesmas Gubug 2, serta beberapa fasilitas kesehatan hingga wilayah Kedungjati, termasuk Puskesmas Kedungjati serta di posko Ponpes Miftahul Huda.

Menurut dr Djatmiko, Dinkes Grobogan juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron.

Petugas mengambil sampel menu MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1), meliputi nasi kuning, telur dadar, keripik tempe, tempe orek, abon, selada timun, susu ultra, jeruk, dan roti abon.

“Sampel akan kami kirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Senin. Meski demikian, laporan awal atau B1 sudah kami sampaikan terlebih dahulu,” pungkasnya. (int)

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #Mbg #keracunan