Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa dan Santri di Gubug

Sirojul Munir • Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:43 WIB
PERAWATAN INTENSIF – Salah satu santri Putri Miftahul Huda Ngroto Gubug mendapatkan perawatan di ruang IGD RS Ki Ageng Getas Pendowo.
PERAWATAN INTENSIF – Salah satu santri Putri Miftahul Huda Ngroto Gubug mendapatkan perawatan di ruang IGD RS Ki Ageng Getas Pendowo.

GROBOGAN – Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah wilayah Kecamatan Gubug terganggu. Ratusan siswa dari jenjang SD hingga SMK dilaporkan tidak masuk sekolah pada Sabtu, (10/12026). Kondisi ini diduga kuat akibat keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas menerima laporan dari Kepala Puskesmas (Kapus) 1 Gubug terkait banyaknya siswa yang absen sekolah. Sekolah terdampak meliputi SD Trisari, SD Glapan, SD Penadaran, SMP Miftahul Huda Ngroto, serta SMP dan SMK Miftahul Huda Pondok Pesantren Ngroto.

Pengurus Yayasan Ponpes Miftahul Huda Gubug Harsono mengatakan, jumlah santri ponpes laki-laki ada 15 anak dan perempuan ada 92 anak yang alami keracunan. Mereka dilarikan ke RS Ki Ageng Getas Pendowo Gubug, Puskesmas Gubug, Puskesmas Kedungjati dan RSUD R Soedjati Purwodadi.

”Kami nunggu perkembangan di Ponpes Putri semoga baik-baik saja dan bisa berangsur pulih,” kata Harsono.

Dikatakan, kronologi keracunan siswa dan santri berawal dari sarapan pagi dari MBG pada Jumat (9/1). Kemudian pada malam harinya siswa alami pusing, mual, diare. Menu makaan MBG disantap berupa nasi kuning dan lauknya. Setelah disantap alami mual pada malam hari sampai pagi hari.

”Santri putra karena ketahanan kuat. Maka sedikit yang alami gejala. Ada yang alami muntah-muntah,” terang dia.

Kejadian keracunan massal di Ponpes Miftahul baru pertama kali terjadi di Ponpes Miftahul Huda. Ponpes dan Sekolah milik Yayasan tersebut sudah mendapatkan MBG selama tiga bulan terakhir.

Berdasarkan data UPTD Korwil Pendidikan, jumlah siswa dan guru yang tidak masuk sekolah karena sakit cukup signifikan. Di SD 2 Trisari tercatat 24 siswa absen. SD 1 Trisari mencatat 30 siswa dan 3 guru tidak masuk. SD Glapan melaporkan 13 siswa dan 1 guru sakit.

Sementara itu, SD 1 Penadaran melaporkan 57 siswa dan 3 guru tidak masuk sekolah, ditambah 3 wali murid yang ikut terdampak. Di SD 3 Penadaran, sebanyak 40 siswa tidak masuk, dengan 26 di antaranya izin sakit. Tiga guru juga tidak masuk, dua di antaranya izin. Sedangkan di SD 2 Penadaran, 28 siswa dan 4 guru tercatat izin tidak masuk sekolah.

Dari laporan Puskesmas Gubug 2, dampak paling besar terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Ngroto. Di SMK Miftahul Huda, sebanyak 35 santri putri dan 17 santri putra mengalami keluhan. Sementara di SMP Miftahul Huda, tercatat 116 santri putra dan 92 santri putri mengalami kondisi serupa. (mun)

 

Editor : Zainal Abidin RK
#BGN Badan Gizi Nasional #ratusan siswa #BGN #keracunan mbg #pemkab grobogan