GROBOGAN – Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) menghebohkan Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMA dilaporkan mengalami gangguan kesehatan secara massal.
Padahal baru dua hari dapur penyedia MBG atau SPPG Kuwaron mulai beroperasi setelah libur panjang.
Peristiwa tersebut terungkap pada Sabtu (10/1). Hal itu diungkapkan Camat Gubug Bambang Supriyadi ketika menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB dari Kepala Puskesmas Gubug 1.
Informasi awal menyebutkan adanya lonjakan siswa dan guru yang tidak masuk sekolah karena sakit dengan keluhan serupa.
Berdasarkan laporan sementara UPTD Korwil Pendidikan Kecamatan Gubug, siswa yang terdampak berasal dari sejumlah sekolah dasar di Desa Trisari, Glapan, dan Penadaran.
Rinciannya, SDN 2 Trisari mencatat 24 siswa sakit, SDN 1 Trisari 30 siswa dan 3 guru, SDN Glapan 13 siswa dan 1 guru, serta SDN 1 Penadaran sebanyak 57 siswa, 3 guru, dan 3 wali murid.
Sementara itu, SDN 3 Penadaran melaporkan 40 siswa tidak masuk, dengan 26 di antaranya izin sakit, serta 3 guru (2 izin). Di SDN 2 Penadaran, tercatat 28 siswa dan 4 guru izin sakit.
Jumlah korban bertambah signifikan dari lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren di Desa Ngroto.
Laporan Puskesmas Gubug 2 mencatat SMK Miftahul Huda Ngroto sebanyak 35 santri putri dan 17 santri putra mengalami keluhan kesehatan. Sedangkan di SMP Miftahul Huda Ngroto, jumlah santri sakit mencapai 208 orang, terdiri dari 116 santri putra dan 92 santri putri.
"Total keseluruhan korban mencapai ratusan orang dan masih berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan," jelas Camat Gubug.
Menurutnya, seluruh korban diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1). Dengan penyedia makanan berasal dari SPPG Kuwaron.
Dapur tersebut diketahui baru dua hari menjalankan operasional, sehingga proses produksi, pengolahan, hingga distribusi makanan kini menjadi perhatian serius.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Gubug bergerak cepat.
"Saya langsung berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Gubug 1 dan Gubug 2 untuk melakukan pemetaan kasus, pengecekan lapangan, serta penanganan medis terhadap para korban," jelasnya.
Tim medis dari Puskesmas Gubug 2 bahkan telah disiagakan langsung di lokasi SMP dan SMK Miftahul Huda Ngroto guna mempercepat penanganan santri yang mengalami keluhan.
Korban dengan gejala ringan ditangani di lokasi, sementara yang membutuhkan penanganan lanjutan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Gubug untuk memastikan pendataan siswa dan guru berjalan akurat, sekaligus mengantisipasi dampak terhadap kegiatan belajar mengajar.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti sakit massal tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kesehatan dan instansi terkait.
Pemerintah Kecamatan Gubug menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi para korban, melakukan pelaporan berjenjang kepada pimpinan daerah, serta menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebagai dasar pengambilan kebijakan berikutnya, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG. (int)
Editor : Mahendra Aditya