Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Lebih Dekat Tata Callista, Gadis Asal Grobogan, Jadi Satu-Satunya Perwakilan Program Magang Berdampak

Intan Maylani Sabrina • Senin, 5 Januari 2026 | 16:54 WIB
Tata Callista untuk Radar Kudus
Tata Callista untuk Radar Kudus

RADAR KUDUS - DWI Rahma Callista Gayatri atau Tata Callista, mahasiswi asal Grobogan ini berhasil menembus seleksi ketat dan terpilih sebagai perwakilan Magang Berdampak di bidang fashion designer, membuktikan bahwa ketekunan dan passion mampu membawa anak daerah bersaing di level nasional.

Di antara ratusan nama yang mendaftar dari berbagai penjuru Indonesia, hanya satu yang akhirnya dipanggil. Dwi Rahma Callista Gayatri, mahasiswi Pendidikan Tata Busana Semester 5 Universitas Negeri Semarang, kelahiran Grobogan, 12 Juni 2005.

Ia menjadi satu-satunya peserta yang terpilih untuk mengisi posisi Fashion Designer Dauky dalam program nasional Magang Berdampak.

Bagi Tata Callista, Magang Berdampak bukan sekadar program magang. Ia adalah pintu masuk menuju dunia profesional yang selama ini hanya dibayangkan dari balik ruang kelas dan meja gambar. 

Program besutan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang sebelumnya dikenal sebagai Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) menjadi ruang pembuktian bagi mahasiswa tata busana yang ingin menguji diri di medan industri sesungguhnya.

Langkah pertama dimulai dari selembar Curriculum Vitae. Dari dokumen sederhana itulah perjalanan panjang Tata Callista bermula. CV milik mahasiswi asal Grobogan ini membawanya lolos ke tahap psikotes, fase yang sarat ketegangan.

Waktu berjalan cepat, tekanan menguat, sementara di benaknya hanya ada satu fakta yakni posisi Fashion Designer Dauky hanya tersedia untuk satu orang.

Ketegangan mencapai puncaknya saat Tata Callista dinyatakan masuk tiga besar nasional dan melaju ke tahap wawancara langsung dengan mentor. Di ruang itulah gagasan, karakter, dan kesiapan mental diuji. 

"Dari tiga kandidat terbaik, hanya satu yang akhirnya dinyatakan layak. Dan ketika pengumuman itu datang, nama saya berdiri sendiri sebagai satu-satunya yang terpilih," ungkapnya.

Perjalanan pun berlanjut ke Bandung, tempat Tata Callista menjalani Magang Berdampak selama lima bulan, sejak 4 Agustus hingga 22 Desember 2025.

Bagi mahasiswi kelahiran 2005 ini, Bandung bukan sekadar kota tujuan, melainkan ruang tumbuh. Pengalaman pertama hidup jauh dari rumah, belajar mandiri, dan berdiri atas pilihan sendiri.

Selama magang, Tata Callista memperoleh dukungan penuh dari negara: tiket perjalanan, bantuan biaya hidup Rp 2,8 juta per bulan, serta konversi hingga 20 SKS.

Namun lebih dari itu, ia mendapatkan kesempatan langka untuk benar-benar terlibat dalam dunia fashion profesional—sebuah ruang yang selama ini hanya ia pelajari lewat teori.

Sebagai Fashion Designer Dauky, Tata Callista terjun langsung merancang busana muslim, menyusun styling mix and match, hingga terlibat dalam berbagai photoshoot, baik di studio maupun di ruang terbuka.

Beberapa sesi pemotretan bahkan membawanya ke Jakarta, mempertemukannya dengan ritme industri yang cepat, dinamis, dan menuntut ketepatan rasa.

Di tengah proses itulah passion Tata Callista menemukan bentuknya. Mahasiswi Tata Busana Universitas Negeri Semarang ini semakin yakin bahwa dunia fashion adalah ruang hidupnya. 

"Di sinilah tempat kreativitas bertemu pasar, ide bertemu realitas, dan desain bertemu identitas. Saya belajar bahwa sebuah busana bukan hanya soal indah dipandang, tetapi juga relevan, fungsional, dan berbicara pada gaya hidup," ungkapnya.

Lingkungan kerja yang suportif, mentor yang terbuka, dan atmosfer profesional yang sehat membuat perjalanan magang Tata Callista berjalan tanpa kehilangan makna. 

Bagi mahasiswi asal Grobogan ini, Magang Berdampak bukan sekadar pengalaman kerja, melainkan proses pendewasaan. Yakni, tentang tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan pada kemampuan diri.

Kini, dengan bekal pengalaman sebagai satu-satunya peserta terpilih di tingkat nasional, Tata Callista menatap masa depan dengan lebih mantap. 

Mahasiswi Pendidikan Tata Busana UNNES ini memantapkan langkah untuk berkiprah sebagai fashion designer busana muslim dan hijab dengan sentuhan lifestyle modern—sebuah jalan panjang yang ia pilih, satu per satu, dengan keyakinan penuh. (int)

Editor : Mahendra Aditya
#grobogan #Magang Berdampak 2025