GROBOGAN – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Grobogan, Minggu (4/1) malam, memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kecamatan.
Banjir merendam permukiman warga, sementara pohon tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Purwodadi–Semarang.
Di Kecamatan Klambu, banjir melanda Desa Klambu dan Desa Penganten. Di Desa Klambu, genangan air merendam Dusun Krajan, Pesantren, Kauman, dan Kuniran.
Baca Juga: 123 Personel Polres Grobogan Naik Pangkat, Begini Pesan Kapolres
Air setinggi 30–50 sentimeter menggenangi jalan kampung, bahkan masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 5–10 sentimeter.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Penganten. Namun, hingga Minggu malam, banjir di dua desa tersebut dilaporkan sudah surut.
Sementara itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Karangrayung.
Di Desa Karangsono, air kiriman dari wilayah hutan yang masuk ke Sungai Cengklik meluap dan menggenangi jalan penghubung Desa Karangsono–Karangrowo hingga menuju Desa Suru, Kecamatan Geyer.
Karena kondisi jalan yang cekung, ketinggian air mencapai 50–70 sentimeter. Beruntung, banjir di lokasi ini juga telah surut.
Baca Juga: Kereta Api Jadi Andalan Arus Balik, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Grobogan
Di Kecamatan Toroh, banjir masih terpantau di Desa Katong.
Luapan Sungai Serang akibat tingginya curah hujan menggenangi jalan penghubung Desa Katong, Kecamatan Toroh, menuju Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan.
Ketinggian air berkisar 30–50 sentimeter dan hingga pagi hari kondisi air dilaporkan masih stabil.
”Banjir di Kantong ini merendam SD N 2 Katong karena air masuk ke dalam kelas,” kata Kepala BPBD Grobogan Wahyu Tri Dharmawanto.
Selain banjir, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan Godong.
Dua titik terdampak berada di Jalan Purwodadi–Semarang, masing-masing di Desa Jatilor dan Desa Ketitang, tepatnya di sekitar PT Deheuse.
Baca Juga: Serius Tekan Laka, Grobogan Siap Ajukan Smart Traffic Safety Lewat Hibah Korea Selatan
Pohon tumbang sempat menutup akses jalan dan menyebabkan kemacetan, bahkan di Desa Ketitang arus lalu lintas harus diberlakukan sistem buka tutup.
”Saat ini seluruh pohon tumbang sudah berhasil ditangani dan arus lalu lintas kembali normal,” ujarnya.
BPBD Grobogan juga terus memantau perkembangan situasi melalui grup kebencanaan serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi. (mun)
Editor : Ali Mustofa