GROBOGAN – Menjelang pergantian tahun menuju 2026, sebanyak lima pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi.
Prosesi pelantikan yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan, Rabu (31/12/2025) itu menjadi bagian dari penyegaran birokrasi menjelang tahun 2026.
Hal itu berdasarkan Keputusan Bupati Grobogan Nomor 800.1.3.3/1061/2025 dan 800.1.3.3/1062/2025, lima pejabat yang dilantik tersebut yaitu Amin Hidayat yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Heru Dwi Cahyono yang sebelumnya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Sementara Mokamat sebelumnya Kepala DLH mengemban amanah sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan.
Selain itu, Nur Nawanta sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kini dipercaya resmi menjabat sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Grobogan, sedangkan Teguh Prijadi dari Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan kini memimpin Satuan Polisi Pamong Praja.
Sementara itu, Supriyanto kembali dilantik dan ditetapkan kembali sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.
Dalam arahannya, secara khusus, Bupati Grobogan Setyo Hadi memberikan penekanan kepada Inspektur Daerah yang baru dilantik, agar menjalankan fungsi pengawasan internal secara tegas namun tetap bijaksana.
“Bukan semata mencari kesalahan, tetapi lebih pada fungsi pembinaan dan pencegahan. Namun tetap tegas jika ditemukan pelanggaran,” pesannya.
Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD, khususnya dalam penanganan persoalan sampah dan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks.
Ia meminta DLH mampu berkolaborasi dengan OPD terkait lainnya agar mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah secara konkret.
"Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru, pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah, terutama dengan DPUPR, Disperakim, dan Bappeda, guna menjawab persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah yang menjadi isu krusial di Kabupaten Grobogan. Slogan Noto Kutho harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang cerdas dan terukur,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum refleksi akhir tahun. Setyo Hadi mengajak seluruh jajaran ASN menyambut tahun 2026 dengan semangat baru, mempertahankan capaian yang telah diraih, serta meningkatkan prestasi meski di tengah keterbatasan.
Ia menekankan pentingnya kerja dalam satu komando di bawah koordinasi Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, dan Bupati.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan menuntut kesatuan langkah dan komunikasi yang baik di bawah satu komando pemerintahan, sehingga seluruh program dapat berjalan selaras dengan visi dan misi daerah.
Dengan komposisi kepala OPD yang baru, pemerintah daerah berharap kinerja pemerintahan semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat. (int)
Editor : Mahendra Aditya