Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Grobogan Gaspol Pembangunan, Kontrak Dini Buka Jalan Proyek 2026

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:32 WIB
GASPOL PEMBANGUNAN: Pemkab Grobogan menandatangani kontrak dini 33 paket pekerjaan APBD 2026 di Pendapa Grobogan.
GASPOL PEMBANGUNAN: Pemkab Grobogan menandatangani kontrak dini 33 paket pekerjaan APBD 2026 di Pendapa Grobogan.

GROBOGAN - Pembangunan di Kabupaten Grobogan tak lagi menunggu tahun berganti.

Sejak akhir 2025, Pemerintah Kabupaten Grobogan sudah mengunci 33 paket proyek Tahun Anggaran 2026 melalui kontrak dini, agar pekerjaan bisa langsung digeber sejak awal tahun.

Penandatanganan kontrak dini berlangsung di Pendapa Kabupaten Grobogan, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan ini sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah untuk memangkas waktu tunggu administrasi dan mempercepat manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Grobogan, Muhlisin, menegaskan bahwa kontrak dini merupakan kunci agar pembangunan tidak lagi tersendat di awal tahun anggaran.

“Ini momentum percepatan. Untuk Tahun Anggaran 2026, proses tender sudah kita selesaikan sejak sekarang, sehingga pekerjaan bisa langsung berjalan,” ujarnya.

Dari total 33 paket yang dikunci, dua paket merupakan pekerjaan tender di Dinas PUPR dengan fokus peningkatan infrastruktur jalan.

Yaitu, paket peningkatan ruas Jalan Taruman–Lengki di Kecamatan Klambu dikontrak senilai sekitar Rp1,07 miliar, sementara peningkatan ruas Jalan Pahesan–Sambung di Kecamatan Godong bernilai sekitar Rp 2,92 miliar.

Selain itu, terdapat 31 paket non tender yang tersebar di sejumlah perangkat daerah.

Sebanyak 28 paket berada di lingkungan Dinas PUPR, sedangkan tiga paket lainnya di BPBD, yang mencakup kebutuhan kebencanaan hingga pekerjaan pendukung infrastruktur.

“Jenisnya beragam, mulai dari drainase, jalan lingkungan, sampai kebutuhan di BPBD seperti pengadaan karung,” terang Muhlisin.

Dengan kontrak dini ini, Pemkab Grobogan menargetkan pekerjaan fisik sudah bisa dimulai sejak awal tahun.

Bahkan, jika situasi memungkinkan, sejumlah paket bisa langsung digarap pada Januari.

“Semangatnya percepatan. Pembangunan diharapkan segera berjalan dan hasilnya bisa lebih cepat dirasakan masyarakat. Kalau Januari memungkinkan, paket-paket lain akan menyusul,” katanya.

Muhlisin menekankan kegiatan ini lebih dari sekadar angka paket dan nilai kontrak. Menurutnya, kontrak dini adalah bentuk kesepakatan bersama untuk saling menjaga komitmen pembangunan.

“Yang paling penting hari ini adalah kesepakatan dan kebersamaan. Ini sengkuyung untuk membangun Grobogan,” pungkasnya.

Dengan skema kontrak dini tersebut, Pemkab Grobogan berharap roda pembangunan langsung berputar sejak awal 2026, mendorong pergerakan ekonomi daerah, serta mempercepat hadirnya manfaat pembangunan bagi masyarakat. (int)

 

Editor : Ali Mustofa
#grobogan #dinas pupr #teken kontrak baru