JAKARTA– Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan tetap membuka layanan pertanahan bagi masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen ATR/BPN untuk terus hadir melayani masyarakat, meski di tengah libur panjang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, mengatakan kebijakan tersebut telah dituangkan melalui Surat Edaran Pelayanan Pertanahan.
Menurutnya, momentum libur Nataru kerap dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung dan membahas berbagai urusan keluarga, termasuk aset tanah.
“Ketika masyarakat pulang kampung, biasanya membicarakan aset, pembagian waris, status sertipikat, atau tanah yang belum terdaftar. Karena itu, hari libur Nataru ini kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan layanan pertanahan,” ujar Dalu Agung.
Ia menjelaskan, selama libur Nataru terdapat tiga layanan utama yang tetap diberikan oleh Kantor Pertanahan. Pertama, pemberian informasi terkait pengurusan administrasi pertanahan.
Kedua, penerimaan pendaftaran layanan dalam rangka pemeliharaan dan pemutakhiran data. Ketiga, penyerahan produk layanan, khususnya sertipikat yang telah selesai diproses.
Layanan tersebut dapat diakses masyarakat pada 25–26 Desember 2025 serta 1 Januari 2026, dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 12.00 waktu setempat.
“Kantor Pertanahan sudah menyusun jadwal agar layanan tetap berjalan meski di hari libur. Ini juga pernah kita terapkan pada libur hari besar sebelumnya dan terbukti memberi ruang bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain memberikan pelayanan langsung, masa libur Nataru juga dinilai tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola aset tanah, terutama bagi pemilik tanah yang berada jauh dari lokasi asetnya.
“Tanah perlu dijaga batasnya, dimanfaatkan dengan baik, atau dititipkan kepada pihak yang dipercaya agar tidak disalahgunakan,” tegas Dalu.
Tak hanya itu, libur Nataru juga dimanfaatkan ATR/BPN untuk mendorong digitalisasi dan pemutakhiran data pertanahan. Dengan sistem layanan yang kini berbasis elektronik, proses alih media dan pembaruan data tetap dapat dilakukan.
“Sekarang layanan pertanahan sudah berbasis elektronik, sehingga pemutakhiran data tetap bisa berjalan,” tambahnya.
Terkait cakupan layanan, Dalu menegaskan bahwa seluruh Kantor Pertanahan di Indonesia tetap buka, tidak hanya di kota atau kabupaten besar. Pengawasan pelaksanaan layanan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi, yang secara rutin menghimpun laporan dari seluruh Kantor Pertanahan.
“Seperti saat libur Idulfitri kemarin, Kepala Kanwil memastikan layanan tetap berjalan. Apalagi menjelang akhir tahun masih ada pekerjaan dan tunggakan yang harus diselesaikan,” imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Sekjen ATR/BPN mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan yang telah disediakan selama libur Nataru.
“Jika membutuhkan informasi, pendaftaran, atau ingin mengambil produk layanan yang belum sempat di hari kerja, silakan datang ke Kantor Pertanahan. Intinya, ATR/BPN ingin lebih dekat dan menyediakan waktu bagi masyarakat,” pungkasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa