GROBOGAN – Suasana duka menyelimuti Dusun Pulorejo, Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Jenazah Yasmiati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Grobogan yang menjadi korban tragedi kebakaran Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hongkong, akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa (23/12).
Kepulangan Yasmiati menjadi akhir dari penantian panjang keluarga setelah hampir satu bulan jenazah almarhumah berada di rumah sakit setempat pasca peristiwa kebakaran hebat yang mengguncang Hongkong pada akhir November lalu.
Kedatangan jenazah disambut langsung oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Grobogan, Teguh Harjokusumo.
Ia hadir untuk menyerahkan jenazah secara resmi kepada pihak keluarga.
Tangis keluarga pecah saat prosesi serah terima dilakukan. Raut duka tampak jelas dari sanak saudara yang sejak sore menanti kepulangan almarhumah ke kampung halaman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Grobogan melalui Disnakertrans, kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Mbak Yasmiati. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Teguh Harjokusumo di hadapan keluarga.
Teguh juga memastikan seluruh hak almarhumah telah disalurkan kepada ahli waris.
Di antaranya santunan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sebesar Rp20 juta.
Selain itu, Pemkab Grobogan juga tengah mengupayakan pemberian santunan tambahan yang saat ini masih dalam proses pengajuan melalui Badan Pengelola Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Grobogan.
Usai disemayamkan sejenak di rumah duka dan dishalatkan, jenazah Yasmiati kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Guyangan pada malam yang sama.
Diketahui, Yasmiati merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Desa Guyangan, Kecamatan Godong, yang telah merantau ke Hongkong sejak tahun 2022.
Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga dan tinggal bersama majikannya di Apartemen Wang Fuk Court, lokasi terjadinya kebakaran maut tersebut.
Tragedi kebakaran besar itu terjadi pada Rabu, 26 November 2025.
Berdasarkan data resmi Fire Services Department Hongkong, insiden tersebut menewaskan 160 orang dan menyebabkan 79 lainnya mengalami luka serius.
Dari total 140 Pekerja Migran Indonesia yang tercatat berada di apartemen tersebut saat kejadian, sebanyak 130 orang berhasil selamat.
Yasmiati menjadi salah satu korban jiwa dari tragedi yang meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Grobogan. (int)
Editor : Ali Mustofa