GROBOGAN – Alokasi bantuan sosial (bansos) untuk lembaga keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Grobogan pada tahun anggaran 2026 mengalami penurunan.
Jika pada 2025 anggarannya mencapai Rp 6 miliar, tahun depan hanya tersisa Rp 5,4 miliar.
Penurunan tersebut merupakan dampak kebijakan refocusing anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Grobogan.
Total nilai refocusing dalam APBD 2026 mencapai Rp 370 miliar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Grobogan, Ali Anwar, menjelaskan bahwa pengurangan anggaran hibah keagamaan tidak bisa dihindari karena penyesuaian keuangan daerah.
“Karena ada refocusing, otomatis ada pengurangan. Untuk bansos keagamaan berkurang sekitar Rp 400 juta. Tahun 2025 mendapat Rp 6 miliar, tahun 2026 menjadi Rp 5,4 miliar,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Grobogan tetap berkomitmen menyalurkan bantuan secara merata dan tepat sasaran.
Pada tahun 2025, hibah keagamaan telah disalurkan kepada 217 lembaga pendidikan dan keagamaan di wilayah Grobogan.
Bantuan tersebut diberikan kepada berbagai tempat ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan.
Di antaranya masjid, musala, madrasah diniyah, pondok pesantren, gereja, sekolah Minggu, Pura, hingga Wihara.
“Untuk tahun ini seluruh penyaluran sudah selesai. Total penerima bantuan guru keagamaan mencapai sekitar 6 ribu orang,” terang Ali.
Ia berharap, meskipun nominal bantuan berkurang, dukungan pemerintah daerah tetap dapat membantu operasional lembaga keagamaan dan kesejahteraan para pendidik di Grobogan.
”Kami dari Pemkab Grobogan sesuai dengan janji pak Bupati Setyo Hadi terus berkomitmen untuk membantu lembaga keamaan dan pendidikan agama,” tandasnya. (mun)
Editor : Ali Mustofa