Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BKK Purwodadi Dukung Kewirausahaan Dorong Pesantren Mandiri di Grobogan

Sirojul Munir • Selasa, 23 Desember 2025 | 21:28 WIB
BERIKAN MOTIVASI – Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo membuka Forum Group Diskusi Pengembangan Kewirausahaa  Menuju Pesantren Mandiri Kabupaten Grobogan Bersama Bank BKK Purwodadi, Selasa (23/12).
BERIKAN MOTIVASI – Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo membuka Forum Group Diskusi Pengembangan Kewirausahaa Menuju Pesantren Mandiri Kabupaten Grobogan Bersama Bank BKK Purwodadi, Selasa (23/12).

GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan terus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi.

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dan pelatihan kewirausahaan menuju pesantren mandiri, yang digelar bersama Bank BKK Purwodadi, Selasa (23/12)

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Direktur Bank BKK Purwodadi Anita Fitriani Yusuf, perwakilan pondok pesantren, forum komunikasi pondok pesantren Kecamatan, yayasan, serta pelaku usaha lokal.

Sebanyak 60 peserta hadir mewakili masing-masing lembaga.

Wabup Sugeng Prasetyo menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sekitar 80 persen peserta berasal dari lingkungan pondok pesantren, menunjukkan tingginya kepedulian kiai dan gus dalam mendorong kemandirian santri.

“Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang kuat secara akhlak, tetapi juga harus siap secara ekonomi. Santri harus menjadi interpreneur untuk menopang kehidupan di masa depan, berdampingan dengan pendidikan umum,” ujarnya.

FGD ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.

Saat ini di Grobogan tercatat 85 dapur MBG telah beroperasi, dan setelah diverifikasi jumlahnya mencapai 142 unit, dengan tingkat kesiapan sekitar 80 persen.

Menurut Sugeng, program MBG bukan sekadar membagikan makan siang, melainkan memastikan asupan gizi seimbang, termasuk kebutuhan protein seperti telur.

Karena itu, pelibatan pelaku usaha lokal menjadi penting agar rantai pasok berjalan sehat dan berkelanjutan.

Salah satu narasumber, Wardi, peternak telur, menjelaskan bahwa kebutuhan telur untuk MBG sangat besar, namun tidak harus disuplai oleh produsen skala besar.

”Bisa dikumpulkan dari beberapa peternak kecil untuk mencukupi satu paket. Ini peluang besar bagi usaha lokal,” katanya.

Hal senada disampaikan Wahid, pengrajin tempe, yang menilai program MBG membuka ruang bagi UMKM pangan untuk berkembang.

Selain itu, Suwardi, peternak ayam dari Kendal, dan Wakid Mutowal dari Dinas Pertanian Grobogan turut memberikan materi teknis seputar produksi dan keberlanjutan usaha kedelai jadi tempe, tahu dan lainya.

Direktur Bank BKK Purwodadi Anita Fitriani Yusuf menegaskan komitmen BKK dalam mendukung pengembangan kewirausahaan pesantren.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali ilmu bisnis, motivasi, dan strategi berwirausaha, agar mampu mandiri dan memberdayakan potensi lokal.

“Pelatihan ini bertujuan memberi motivasi agar usaha bisa berkembang dan mandiri. BKK hadir untuk mendukung pengusaha lokal, termasuk dari pesantren,” jelasnya.

Sugeng juga menyinggung adanya stigma di masyarakat terkait pembiayaan MBG.

Ia menegaskan bahwa pembagian anggaran sudah diperhitungkan secara matang, mulai dari penerima manfaat, operasional dapur, hingga yayasan.

Bahkan, dengan pengelolaan bahan mentah yang tepat, nilai manfaat bisa lebih optimal.

“Program ini berjalan baik. Relawan, distribusi, hingga dapur sudah mendapat porsi masing-masing. Tinggal bagaimana kita memberi pemahaman kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui FGD dan pelatihan ini, Pemkab Grobogan berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Khususnya dalam mendukung program MBG dan mewujudkan pesantren yang mandiri secara ekonomi, sekaligus berkontribusi pada pengentasan kemiskinan.(mun)

 

Editor : Ali Mustofa
#bkk purwodadi #Makan Bergizi Gratis (MBG) #pondok pesantren #wirausaha mandiri #Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo