GROBOGAN – Bledug Kuwu, ikon wisata alam Kabupaten Grobogan yang dikenal dengan fenomena letupan lumpurnya, tengah mengalami penurunan kunjungan wisatawan sepanjang tahun ini.
Destinasi seluas 32 hektare tersebut sejatinya telah lama masuk dalam rencana revitalisasi, namun keterbatasan anggaran membuat penataan dilakukan secara bertahap.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan, Wahono, mengungkapkan bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Bledug Kuwu sebenarnya telah tersedia.
Namun, realisasi fisik masih menghadapi kendala besar, terutama dari sisi pembiayaan.
“Usulan revitalisasi terus kami ajukan. Hanya saja, untuk perbaikan pagar keliling saja membutuhkan anggaran yang cukup besar,” jelas Wahono.
Pada tahun anggaran berjalan, Pemkab Grobogan baru mampu mengalokasikan dana melalui APBD Perubahan sebesar Rp190 juta.
Anggaran tersebut difokuskan untuk renovasi tiga unit kios di kawasan wisata Bledug Kuwu dan penambahan floating dock menuju letupan bledung sepanjang kurang lebih 113 meter.
Untuk kios, dari total sebelas kios yang tersedia, saat ini baru tiga kios yang direnovasi dan difungsikan.
Perbaikan kios lainnya direncanakan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Obyek Wisata Disporabudpar Grobogan, Nanik Widyastuti, memastikan pembangunan kios dilakukan di zona aman dari potensi tanah labil.
Lokasinya berada sekitar 10 meter dari bahu jalan, sehingga dinilai masih dalam kondisi stabil.
“Masih berada di zona nyaman. Kondisi tanahnya aman, sehingga bangunan kios dibuat permanen,” terangnya.
Di tengah minimnya anggaran dan sepinya kunjungan wisatawan, Pemkab Grobogan tetap berupaya menjaga denyut sektor pariwisata. Namun, dampaknya cukup terasa terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Memang tahun ini hampir semua obyek wisata sepi. Untuk PAD pariwisata belum bisa mencapai target, baru sekitar 90 persen. Sedangkan untuk jumlah pengunjung selama Januari-Desember 2025 ini sebanyak 14.076 orang dengan target 17 ribu pengunjung,” keluh Nanik.
Meski demikian, ia optimistis kondisi tersebut dapat membaik pada tahun depan. Upaya promosi akan lebih digencarkan, salah satunya melalui penguatan promosi mandiri berbasis kolaborasi antar-pengelola destinasi.
“Kami memiliki Forum Pengelola Destinasi Wisata. Biasanya kami membuat paket wisata dalam satu kawasan, sehingga wisatawan yang datang bisa langsung mengunjungi beberapa obyek sekaligus,” pungkasnya.
Dengan strategi paket wisata dan promosi terpadu, Pemkab Grobogan berharap Bledug Kuwu kembali menggeliat dan menjadi magnet wisata unggulan di Jawa Tengah. (int)
Editor : Ali Mustofa