GROBOGAN – Semangat mencintai lingkungan hidup digaungkan Gereja Katolik Hati Yesus Maha Kudus Purwodadi melalui Lomba Kreasi Pohon Natal dari Barang Bekas.
Kegiatan yang melibatkan seluruh lingkungan umat ini menjadi bagian dari upaya konkret gereja dalam mengedukasi kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah secara kreatif.
Melalui lomba tersebut, umat diajak memanfaatkan barang sisa dan barang bekas, baik dari alam maupun hasil industri, untuk diolah menjadi pohon Natal yang unik, artistik, dan bernilai guna.
Mulai dari kayu, daun, hingga kerang pantai, serta plastik, karet, logam, dan kertas dapat menjadi bahan utama kreasi.
Panitia Lomba Pohon Natal Gereja Katolik Hati Yesus Maha Kudus Lucas Suprijanto menjelaskan, lomba ini tidak semata mengejar keindahan visual, tetapi juga menekankan kemampuan, keterampilan, dan kreativitas umat dalam mengolah barang bekas.
”Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sampah dapat diubah menjadi karya seni yang bermakna sekaligus ramah lingkungan. Ada 12 peserta sesuai jumlah lingkungan di Kota Purwodadi,” ujarnya.
Setiap lingkungan diwajibkan mengirimkan satu karya yang benar-benar dibuat oleh umat di lingkungan tersebut.
Karya harus orisinal, inovatif, aman, dan sesuai dengan kriteria RIRA (Rumah Ibadah Ramah Anak), yakni tidak tajam, tidak runcing, serta tidak mengandung bahan berbahaya.
Selain itu, karya diharapkan kokoh, tidak mudah rusak, dan tahan terhadap sentuhan maupun goncangan.
Dari sisi teknis, pohon Natal yang dilombakan harus memiliki tinggi maksimal dua meter dengan diameter paling lebar 75 sentimeter.
Karya boleh dibuat menapak, menempel, maupun melayang di area yang telah disediakan panitia.
Panitia hanya menyiapkan tempat pajang dan stop kontak, sementara lampu hias menjadi tanggung jawab peserta.
Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri berdasarkan sejumlah aspek, meliputi bahan, kerapian, kreativitas, nilai seni, serta tingkat kerumitan. Keputusan juri bersifat mutlak.
Seluruh karya yang dilombakan nantinya menjadi milik panitia dan berhak dipublikasikan dalam berbagai bentuk sesuai program Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH).
Proses pembuatan karya dapat dimulai sejak pengumuman lomba diundangkan hingga batas akhir pengumpulan.
Seluruh karya dijadwalkan dikumpulkan dan dipajang pada 15 Desember tahun 2025 di lokasi yang telah ditentukan sesuai nomor undian peserta. Lomba tersebut menjadi agenda tahunan gereja.
”Total hadiah sebesar Rp 6 juta bagi para pemenang. Melalui lomba ini, Gereja Katolik Hati Yesus Maha Kudus Purwodadi berharap dapat menggerakkan umat untuk semakin peduli terhadap lingkungan, sekaligus menghadirkan perayaan Natal yang sarat makna, kreatif, dan berkelanjutan,” tandasnya. (mun)
Editor : Ali Mustofa