GROBOGAN— Suasana hangat bercampur haru memenuhi Pendapa Kabupaten Grobogan saat ratusan penyandang disabilitas berkumpul memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025, Jumat (12/12/2025).
Dari panggung utama hingga sudut-sudut pendapa, senyum lega dan mata berkaca-kaca tampak ketika bantuan kursi roda, sembako, hingga kaki palsu diserahkan langsung kepada mereka.
Sebanyak 275 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas memadati pendapa.
Mereka datang bukan sekadar mengikuti acara seremoni, tetapi merayakan harapan baru lewat tema yang menggugah: “Disabilitas Grobogan Setara, Berkarya dan Berdaya Tanpa Batas.”
Bupati Grobogan Setyo Hadi dalam sambutannya menegaskan bahwa Grobogan adalah rumah bagi semua warganya tanpa terkecuali.
Ia menekankan bahwa penyandang disabilitas harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan.
“Kita adalah satu keluarga. Di Grobogan, tidak ada yang dibeda-bedakan. Disabilitas bukan batasan, tetapi bagian dari keberagaman manusia,” ujar Bupati.
Ia juga memberikan semangat agar para penyandang disabilitas tidak berhenti melangkah dan terus percaya pada kemampuan diri.
“Keberhasilan bukan milik mereka yang sempurna, melainkan mereka yang tidak berhenti berjuang,” tambahnya.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial Grobogan Indri Agus Velawati, mengatakan bahwa berdasarkan data 2024 terdapat 4.912 penyandang disabilitas di Grobogan.
Untuk memastikan akurasi dan pemerataan layanan, pada 2025 dilakukan pembaruan data disabilitas secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa HDI bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa pemerintah harus terus hadir untuk memberikan layanan, pendampingan, dan program pemberdayaan.
Sepanjang 2025, Dinas Sosial melaksanakan sejumlah program, mulai dari pendampingan keterampilan seperti pelatihan batik ciprat, dukungan pameran karya, hingga penyediaan alat bantu untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari penyandang disabilitas.
Pemerintah, melalui berbagai sektor, disebut berkomitmen memperluas akses pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial yang inklusif.
Puncak acara berlangsung penuh haru ketika bantuan diserahkan langsung kepada penyandang disabilitas yang hadir.
Pemerintah bersama berbagai mitra menyalurkan 20 kursi roda, 200 paket sembako, 5 kaki palsu, dan 1 tangan palsu.
Beberapa penerima tampak menahan air mata saat kursi roda baru dan alat bantu lainnya mereka terima. Bantuan yang diharapkan mampu meringankan aktivitas harian mereka.
Bantuan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Grobogan, UPT Kemensos RI Sentra Margolaras Pati, BAZNAS Grobogan, Bank PD BKK Purwodadi, Bank Jateng, Bank Purwa Artha, Forum CSR Grobogan, hingga manajemen CSR Hotel 21.
Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi.
Selain penyaluran bantuan, peringatan HDI 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Suasana yang semula formal berubah hangat ketika satu per satu anak tampil menunjukkan bakat mereka di hadapan Bupati Grobogan Setyo Hadi, serta ratusan undangan yang hadir.
Mereka membuka acara dengan pembacaan puisi, membawakan beberapa lagu, mulai dari “Mother, How Are You Today”, “Prau Layar”, hingga lagu penuh motivasi “Jangan Menyerah” dari D’Masiv.
Penampilan berlanjut dengan story telling dan acara kemudian ditutup dengan selawatan yang dilantunkan oleh siswa-siswa tunanetra yang tampil penuh kekhusyukan.
Peringatan HDI 2025 di Grobogan menjadi momentum memperkuat komitmen inklusivitas dan kesetaraan. Lewat dukungan nyata, pembaruan data, serta pemberdayaan berkelanjutan, pemerintah menegaskan tekad menjadikan Grobogan sebagai daerah yang ramah, setara, dan memberdayakan penyandang disabilitas tanpa batas. (int)
Editor : Ali Mustofa