GROBOGAN - Sistem parkir tepi jalan di Kabupaten Grobogan bersiap melangkah menuju era digital.
Mulai 2026, pembayaran parkir di kawasan Alun-Alun Purwodadi direncanakan bisa dilakukan menggunakan QRIS.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, dan mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar lebih optimal.
Kabid Prasarana dan Keselamatan (Prakes) Dinas Perhubungan Grobogan, Hapi Nugrah, menjelaskan bahwa penerapan parkir non tunai merupakan strategi penting untuk menutup potensi kebocoran retribusi.
Dengan sistem digital, proses pengawasan dapat dilakukan secara langsung sehingga meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan.
"Dengan adanya inovasi parkir non tunai, kita berharap tidak ada lagi penyimpangan uang retribusi. Pengelolaan lebih transparan dan bisa langsung dimonitor,” ujarnya.
Uji coba awal ini akan dilakukan di kawasan Alun-Alun Purwodadi dengan melibatkan delapan juru parkir.
Meskipun begitu, Dishub masih akan mempertahankan dua metode pembayaran, yakni tunai dan non tunai.
Sementara itu, proses pembuatan QRIS dari Bank Jateng belum dapat diselesaikan dalam waktu dekat karena masih dalam masa maintenance dari pusat.
Namun, sosialisasi sudah dilakukan dua kali, dan tim Dishub sedang merampungkan perhitungan potensi parkir serta penyusunan pola teknis lapangan.
Diungkapkan, saat ini realisasi PAD parkir 2025 mencapai 87,5 persen atau Rp 914.550.000 dari target Rp 1.045.200.000.
"Tanpa hambatan berarti, optimistis setoran terus berjalan lancar hingga batas akhir pada 31 Desember," jelasnya.
Saat ini di Kabupaten Grobogan terdapat 256 juru parkir yang nantinya akan beradaptasi bertahap dengan pelayanan digital.
Meski sistem pembayaran mulai beralih ke non tunai, Dishub menargetkan capaian PAD minimal harus setara dengan capaian saat sistem tunai masih berjalan penuh.
Rencana penerapan QRIS ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Grobogan untuk menghadirkan tata kelola parkir yang bersih, efisien, dan modern.
Sejalan dengan persiapan itu, salah satu Anggota Tim Pemasar Bank Jateng Cabang Purwodadi, Ady Tya Ari Prasetyo mengungkapkan bahwa saat ini sedang proses mengumpulkan syarat administrasi untuk penerbitan QRIS bagi para juru parkir. Prosesnya dimulai dari pengisian formulir.
"Nanti pakainya QRIS pedagang BIMA. Uang masuk ke rekening masing-masing,” jelasnya. (int)
Editor : Mahendra Aditya