GROBOGAN - Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan bergerak cepat memastikan ketersediaan BBM tetap aman.
Tim turun langsung menyisir sejumlah SPBU untuk memeriksa stok sekaligus melakukan uji ulang dispenser BBM guna menjamin akurasi takaran yang diterima masyarakat.
Baru-baru ini, tim menyisir empat SPBU yang menjadi sampel pemeriksaan, masing-masing yakni di Godong, Pulorejo, Krangganharjo, dan Geyer.
Dari hasil penelusuran, ketersediaan BBM, terutama Pertalite dinyatakan sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga satu bulan ke depan.
Sementara Solar memang berada pada kondisi terbatas, namun pembatasan yang diterapkan di SPBU justru menjadi langkah pengamanan agar distribusinya tetap merata menjelang lonjakan konsumsi.
Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan, Christina Setyaningsih, menjelaskan bahwa satu SPBU sempat mengalami stok menipis, namun persoalan tersebut dapat diatasi dengan pendistribusian dari kabupaten lain.
Karena itu, hingga saat ini belum ada SPBU yang mengajukan penambahan kuota ke BPH Migas.
“Dari analisis kami, ketersediaan untuk kebutuhan Nataru masih aman. Relatif tidak ada masalah,” ujarnya.
Selain memastikan stok, tim Disperindag juga melakukan uji ulang dispenser BBM terhadap bejana ukur standar berkapasitas 20 liter yang digunakan untuk memverifikasi ketepatan dispenser BBM.
Meski masa berlaku tera sebelumnya belum habis, pemeriksaan tetap dipercepat sebagai langkah antisipatif.
"Hasilnya pun melegakan, di mana seluruh alat ukur di SPBU masih berada pada Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD), sekitar ±20 ml per 20 liter, sesuai ketentuan metrologi legal," ungkapnya.
Hasil uji ini menjadi jaminan bahwa masyarakat menerima takaran BBM secara adil dan sesuai standar, terutama saat mobilitas meningkat.
Dengan rangkaian pengawasan yang dilakukan, Disperindag Grobogan memastikan distribusi BBM tetap terkendali dan tidak ada indikasi kelangkaan menjelang Nataru. (int)
Editor : Ali Mustofa